Ecozone

Investor Asing Borong Saham Pilihan Meski IHSG Terkoreksi Hari Ini

10
×

Investor Asing Borong Saham Pilihan Meski IHSG Terkoreksi Hari Ini

Sebarkan artikel ini
12f5eb3d2d8a5cbb27252be810ea6c99.jpg
12f5eb3d2d8a5cbb27252be810ea6c99.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Koreksi ini menandai pelemahan indeks saham domestik selama dua hari berturut-turut setelah mengawali pekan dengan tekanan jual yang cukup signifikan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun melalui RTI Business, IHSG terkoreksi sebesar 0,25% atau setara dengan penurunan 15,35 poin. Dengan pelemahan tersebut, indeks domestik harus puas menetap di level 6.101,33 pada akhir sesi perdagangan.

Sepanjang hari, pergerakan indeks terpantau berada di teritori negatif. IHSG sempat menyentuh level terendah di angka 5.993, sementara level tertinggi yang mampu dicapai selama perdagangan berlangsung berada di posisi 6.121.

Tekanan terhadap pergerakan indeks utama ini dipicu oleh pelemahan pada sejumlah sektor saham. Dari total 11 sektor yang terdaftar di BEI, empat sektor tercatat mengalami koreksi dan menjadi beban utama bagi IHSG sepanjang hari.

Sektor teknologi menjadi penekan terbesar dengan mencatatkan pelemahan paling dalam sebesar 1,05%. Selain itu, sektor keuangan menyusul dengan koreksi 0,62%, sektor energi melemah 0,61%, dan sektor transportasi terkoreksi tipis sebesar 0,15%.

Di sisi lain, mayoritas sektor lainnya justru masih mampu menunjukkan performa positif di tengah tekanan pasar. Sektor kesehatan mencatatkan kinerja paling impresif dengan lonjakan mencapai 3,97%. Penguatan juga terjadi pada sektor properti dan real estate yang menguat 1,54%.

Sentimen positif juga menyentuh sektor barang baku dengan kenaikan 0,49%, diikuti oleh sektor perindustrian yang naik 0,46%. Selain itu, sektor barang konsumer non-primer menguat 0,28%, sektor infrastruktur naik 0,27%, serta sektor barang konsumer primer mencatatkan kenaikan 0,15%.

Aktivitas perdagangan di lantai bursa berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi saham yang tercatat mencapai 41,11 miliar saham dengan nilai transaksi keseluruhan menembus angka Rp32,69 triliun.

Secara keseluruhan, mayoritas saham di bursa mengalami tekanan jual. Tercatat sebanyak 373 saham ditutup dengan harga yang lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya. Di sisi lain, sebanyak 282 saham masih mampu menguat, sementara 160 saham lainnya bergerak stagnan.

Meskipun IHSG mengalami koreksi, investor asing terpantau masih melakukan aksi beli pada sejumlah emiten. Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai net buy asing terbesar pada perdagangan Selasa:

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan net buy sebesar Rp 147,58 miliar, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan Rp 126,52 miliar. Selanjutnya, PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan nilai beli bersih Rp 58,61 miliar, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp 37,35 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp 29,43 miliar.

Posisi keenam hingga kesepuluh diisi oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan Rp 25,16 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 19,47 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 15,17 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp 13,36 miliar, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang mencatatkan net buy sebesar Rp 13,16 miliar.

9aba3b1377e0995d5d4bda1ea4bac019.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID. Indeks S&P 500 dan Nasdaq jatuh ke level terendah dalam lebih dari sepekan pada perdagangan Selasa (23/6/2026) waktu AS. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual massal (selloff) pada saham-saham semikonduktor seiring langkah investor mengantisipasi kebijakan bank sentral AS (The Fed) yang lebih ketat (hawkish), sekaligus mencermati tingginya belanja infrastruktur AI yang didanai melalui penarikan utang. Baca Juga: Surya Semesta…

7e687cbeb09b94ebb5d5897675f0f288.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 23,5 miliar. Nilai tersebut setara dengan Rp 5 per saham. Di samping itu, perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui pelaksanaan Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP). Program ini akan dilaksanakan melalui penerbitan saham baru dengan jumlah maksimum kurang dari 5% dari total saham…