Ecozone

LSI Denny JA: Setahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Raih Skor Negatif

89
×

LSI Denny JA: Setahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Raih Skor Negatif

Sebarkan artikel ini
f347581d5e8807e0fb5cec7e7e63c567.jpg
f347581d5e8807e0fb5cec7e7e63c567.jpg

Jakarta – Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terkait evaluasi satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Survei ini menyoroti kinerja di enam sektor utama.

Adjie Alfaraby, Direktur LSI Denny JA, mengungkapkan bahwa sektor hubungan internasional mendapatkan skor tertinggi, yaitu 63,5 persen. Konferensi pers terkait hasil survei ini digelar pada Kamis (23/10/2025).

Selain hubungan internasional, sektor sosial budaya juga mendapat rapor biru dengan skor 61 persen. Sementara itu, keamanan nasional memperoleh 48,5 persen, politik nasional 9,4 persen, dan hukum nasional 8,3 persen.

Ekonomi Nasional Rapor Merah

Sektor ekonomi nasional menjadi satu-satunya yang mendapatkan rapor merah atau negatif dengan skor -13,8 persen. Hal ini menjadi perhatian utama dalam evaluasi kinerja pemerintah.

Program Prioritas Disorot

Survei LSI Denny JA juga menyoroti program prioritas pemerintah, di mana program 19 juta lapangan pekerjaan dan makan bergizi gratis (MBG) mencatat angka ketidakpuasan tertinggi.

Program 19 juta lapangan pekerjaan memperoleh angka ketidakpuasan 71,6 persen, sedangkan program MBG 38,2 persen. Koperasi Merah Putih berada di urutan ketiga dengan 23,1 persen, diikuti Sekolah Rakyat (10,7 persen) dan Cek Kesehatan Gratis (9,1 persen).

Pergeseran Psikologis Publik

Adjie Alfaraby menilai, publik saat ini cenderung memberikan catatan kritis dalam mengevaluasi pemerintahan. Meskipun tingkat kepuasan terhadap program prioritas secara rata-rata di atas 70 persen, implementasinya dinilai kurang memuaskan.

Survei LSI Denny JA menggunakan metodologi multistage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner, dilengkapi riset kualitatif. Margin of error dalam survei yang dilakukan pada 10-19 Oktober 2025 ini kurang lebih 2,9 persen.