Teheran – Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan militer gabungan AS dan Israel, Sabtu (28/2/2026).
Kematian Khamenei langsung menjadi sorotan dunia.
Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Khamenei “telah mencapai syahid” dalam serangan yang menghantam kantor dan kediamannya.
Sebagai bentuk penghormatan, Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Di tengah suasana duka, sebuah video percakapan Khamenei dengan seorang anak kecil viral di media sosial.
Banyak yang menganggap video itu sebagai pesan terakhir Khamenei bagi generasi muda.
Dalam video yang diunggah ulang di X, seorang anak kecil meminta Khamenei untuk mendoakannya agar bisa mati syahid.
“Agha, doakan aku jadi syahid,” kata anak itu.
“Kau? Syahid?” tanya Khamenei sambil tertawa.
Khamenei kemudian memberikan jawaban yang menekankan pentingnya hidup bermanfaat sebelum memikirkan kematian yang mulia.
“Nak, tumbuhlah dulu dengan baik. Insha Allah tumbuh besar, tubuhmu kuat, hatimu luas,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar anak itu belajar dengan sungguh-sungguh dan mencari ilmu yang bermanfaat.
“Dan InshaAllah jadilah cahaya bagi umat ini,” lanjutnya.
Khamenei bahkan menggambarkan gambaran panjang umur yang penuh arti sebagai bentuk pengabdian.
“Hiduplah panjang umur 80 atau 90 tahun. Baru setelah itu, wafatlah sebagai syahid,” pungkasnya.







