Jakarta – Perusahaan keamanan siber Kaspersky mendeteksi pergeseran pola penyebaran konten judi online yang kini beralih dari situs web statis menuju penggunaan akun media sosial palsu dan sistem otomatis.
Country Manager Kaspersky di Indonesia, Defi Nofitra, mengungkapkan promosi ilegal tersebut kini jauh lebih adaptif dengan menyasar kolom komentar unggahan viral, pesan pribadi, hingga penggunaan penyingkat URL.
Metode distribusi ini dinilai berubah drastis dibandingkan beberapa tahun lalu yang masih mengandalkan iklan banner atau situs khusus.
Konten promosi kini sengaja disamarkan sebagai interaksi pengguna biasa demi menyulitkan upaya moderasi dan penumpasan konten ilegal.
Penyebaran masif tersebut didorong oleh penggunaan bot yang mampu menerbitkan ribuan komentar dalam waktu singkat secara otomatis.
Sistem bot ini juga dapat membuat akun baru secara instan saat akun lama diblokir, sekaligus memodifikasi kata kunci untuk mengecoh deteksi sistem keamanan.
Defi menjelaskan otomatisasi digunakan untuk memperkuat skala serta kecepatan kampanye promosi, bukan sekadar menggantikan peran manusia.
Maraknya spam di media sosial membuktikan bahwa praktik ini telah berkembang menjadi industri terorganisasi, bukan lagi aktivitas yang terisolasi.
Data Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat lebih dari 1,3 juta konten judi online telah diblokir sepanjang periode Oktober 2024 hingga Mei 2025.
Besarnya angka tersebut menjadi cerminan nyata mengenai beratnya tantangan dalam membendung peredaran konten perjudian di ruang digital.
Defi menegaskan pemblokiran situs web saja tidak cukup untuk memberantas ekosistem perjudian daring secara menyeluruh.
Ia menyerukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan platform digital, pemerintah, perusahaan keamanan siber, lembaga keuangan, hingga masyarakat untuk memutus rantai distribusi kampanye tersebut.







