Jakarta – Bentuk rambut manusia, baik lurus maupun keriting, ditentukan oleh struktur folikel yang berada tepat di bawah permukaan kulit kepala.
Penelitian mengungkapkan bahwa karakteristik rambut telah diprogram di dalam bola folikel bahkan sebelum helai rambut muncul ke permukaan.
Folikel yang tumbuh secara vertikal akan menghasilkan rambut lurus.
Sebaliknya, folikel yang melengkung menyerupai tongkat golf akan membentuk untaian rambut yang berkelok sejak awal pertumbuhannya.
Proses ini bekerja layaknya sistem cetakan yang kompleks.
Sel-sel pada salah satu sisi folikel membelah dan matang dengan cara yang berbeda dibandingkan sisi sebaliknya.
Perbedaan pertumbuhan tersebut menyebabkan komposisi keratin dan material rambut menjadi tidak merata.
Ketidakseimbangan struktur ini menciptakan untai rambut asimetris yang cenderung melengkung ke satu arah.
Sementara itu, folikel rambut lurus memiliki struktur yang jauh lebih simetris.
Rambut akan mempertahankan bentuk asalnya secara permanen setelah keluar dari kulit kepala karena serat keratin di dalamnya telah mati dan tidak mengalami perubahan biologis lagi.
Faktor genetik memegang peranan kunci dalam menentukan struktur folikel, sehingga jenis rambut seseorang biasanya menyerupai anggota keluarganya.
Sains menegaskan bahwa klasifikasi rambut berdasarkan ras tidak akurat karena setiap populasi manusia memiliki spektrum bentuk rambut yang beragam.
Secara evolusi, para ilmuwan meyakini perbedaan bentuk folikel berfungsi sebagai mekanisme termoregulasi atau pengatur suhu tubuh.
Eksperimen menggunakan manekin termal pada 2023 membuktikan bahwa rambut di kulit kepala mampu mengurangi penyerapan panas dari matahari.
Hasil pengujian tersebut menunjukkan tipe rambut keriting rapat paling efektif dalam menahan radiasi panas matahari dibandingkan jenis rambut lainnya.







