Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan aktivitas perdagangan saham yang signifikan dengan total nilai transaksi mencapai Rp 17,15 triliun pada Senin (20/7/2026).
Dilansir dari data perdagangan resmi, lonjakan transaksi tersebut melibatkan volume 35,56 miliar saham dengan total frekuensi perdagangan sebanyak 2,39 juta kali.
Kinerja pasar modal domestik ditutup dengan penguatan pada 399 emiten, sementara 210 saham mengalami koreksi dan 185 saham lainnya stagnan.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berada pada angka Rp 10.860 triliun.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin daftar saham paling aktif dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,94 triliun.
Posisi berikutnya ditempati oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai transaksi Rp 1,64 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 1,19 triliun.
Daftar saham dengan likuiditas tinggi juga mencakup PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp 880,53 miliar.
Selain itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan transaksi Rp 487,43 miliar, diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 438,74 miliar.
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melengkapi daftar emiten aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp 400,06 miliar.
Dari total sebelas sektor yang terdaftar di BEI, sepuluh sektor terpantau mengalami penguatan pada penutupan perdagangan hari ini.
Sektor industri membukukan kenaikan tertinggi sebesar 3,44%, yang didorong oleh performa saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan lonjakan 23,53% ke level Rp 105.
Dinamika pasar modal di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi sepanjang periode perdagangan yang sama.
Indeks Hang Seng mencatatkan kenaikan sebesar 2,36% dan Shanghai Composite tumbuh sebesar 0,85%.
Sebaliknya, indeks Straits Times mengalami koreksi tipis sebesar 0,19% sementara indeks Nikkei terpantau bergerak stagnan.
Jajaran saham kategori top gainers dipimpin oleh PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang naik 23,53% ke harga Rp 105.
Emiten lain yang masuk dalam daftar penguatan adalah PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan kenaikan 9,34% ke level Rp 398.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga mencatatkan penguatan sebesar 9% dan ditutup pada harga Rp 2.120.
Sementara itu, daftar saham top losers diisi oleh PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang terkoreksi 13,99% ke level Rp 332.
PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) mencatatkan penurunan harga sebesar 8,24% menjadi Rp 312.
PT Singaraja Putra Tbk (SINI) melengkapi daftar penurunan terdalam dengan koreksi 6,50% ke harga Rp 5.750 per lembar saham.







