Ecozone

IHSG Diprediksi Menguat, Saham AMRT, BUMI, dan JSMR Layak Dicermati

25
×

IHSG Diprediksi Menguat, Saham AMRT, BUMI, dan JSMR Layak Dicermati

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di layar monitor bursa efek
IHSG diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Senin (20/7/2026) seiring dengan optimisme analis terhadap pergerakan pasar ekuitas domestik.

Dilansir dari BinaArtha Sekuritas, indeks saat ini berada dalam posisi krusial karena semakin mendekati level resistance Fibonacci di angka 6.264 setelah menutup pekan lalu dengan kenaikan 1,10% ke posisi 6.175.

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan bahwa indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) saat ini menunjukkan sinyal bullish yang mendukung potensi kenaikan indeks lebih lanjut.

“Kenaikan menuju level 6.377 dapat terjadi jika penutupan harian berada di atas level 6.264,” kata Ivan Rosanova.

Namun, indeks masih memiliki risiko koreksi kembali ke level 6.000 apabila pergerakan harga mulai turun di bawah support minor pada posisi 6.125.

Secara teknikal, level support IHSG dipetakan berada pada angka 6.061, 5.978, 5.887, dan 5.739, sementara level resistance berada di titik 6.264, 6.377, 6.545, serta 6.835.

Dalam konteks teknikal, support merupakan area harga yang diyakini sebagai titik terendah di mana permintaan cenderung meningkat, sedangkan resistance adalah tingkat harga tertinggi yang memicu aksi jual.

Ivan Rosanova merekomendasikan investor untuk memperhatikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan target harga 1.480 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target 6.750.

Selain itu, ia turut menyarankan akumulasi pada saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) di level 3.410, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) di level 550, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di level 1.775.

Di sisi lain, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, juga memprediksi IHSG akan menguat setelah mencatatkan reli di atas MA20.

Menurut Nafan Aji Gusta, indikator Stochastics KD dan Relative Strength Index (RSI) memberikan sinyal positif meskipun volume transaksi cenderung mengalami penurunan.

Perubahan sentimen pasar dari risk-off menjadi risk-on terlihat dari masuknya dana asing sebesar 725,11 miliar rupiah ke pasar reguler.

Sektor perbankan, infrastruktur, dan komoditas diperkirakan menjadi motor penggerak utama indeks jika arus modal asing terus berlanjut.

Penegasan peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat S&P pada pekan lalu memberikan dorongan fundamental yang memperkuat kepercayaan investor.

Para pelaku pasar saat ini tengah menanti agenda ekonomi penting seperti Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, rilis Purchasing Managers’ Index (PMI) global, dan keputusan suku bunga ECB.

Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi faktor eksternal yang dipantau ketat karena berpotensi memengaruhi harga minyak dunia dan sentimen pasar global.

Nafan Aji Gusta merekomendasikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) untuk dicermati investor.