FeedSport

John Herdman Terima Tawaran Indonesia: Tantangan Baru dan Tiga Alasannya

123
×

John Herdman Terima Tawaran Indonesia: Tantangan Baru dan Tiga Alasannya

Sebarkan artikel ini
8fa9027920e230ed941a2ee6256f98f2.jpg
8fa9027920e230ed941a2ee6256f98f2.jpg

Jakarta – PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Penunjukan ini diumumkan pada Sabtu (3/1/2026) dan menandai era baru bagi sepak bola Indonesia.

Keputusan PSSI menunjuk pelatih asal Inggris berusia 50 tahun ini menunjukkan ambisi besar untuk meningkatkan prestasi Tim Garuda di kancah internasional.

Herdman bukan nama baru di dunia sepak bola. Ia dikenal sebagai pelatih yang sukses membawa tim nasional meraih prestasi di tingkat dunia.

Rekam jejaknya yang mentereng menjadi alasan utama PSSI menunjuknya sebagai pelatih kepala.

Herdman adalah satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil mengantarkan tim nasional putra dan putri dari negara yang sama tampil di Piala Dunia FIFA.

Bersama timnas putri Kanada, ia berlaga di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016.

Di level putra, Herdman membawa Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022, sebuah pencapaian bersejarah setelah penantian 36 tahun.

Di bawah kepemimpinannya, peringkat FIFA Kanada melonjak dari posisi 77 ke 33 dunia.

PSSI mengontrak Herdman selama empat tahun. Kontrak jangka panjang ini menunjukkan komitmen federasi dalam membangun tim nasional.

Fokus utama adalah mempersiapkan Timnas Indonesia untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia 2030, setelah gagal di kualifikasi Piala Dunia 2026.

Herdman menggantikan Patrick Kluivert, yang masa tugasnya berakhir pada pertengahan Oktober.

Pergantian pelatih dilakukan setelah Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026 usai kalah dari Irak dan Arab Saudi di putaran keempat kualifikasi kawasan Asia. Saat itu, Indonesia berada di peringkat 122 FIFA.

Herdman mengungkapkan alasan menerima tawaran melatih Timnas Indonesia karena proyek yang menarik dan antusiasme publik sepak bola Indonesia.

“Ini tentang menemukan proyek yang tepat, proyek yang bisa Anda rasakan gairah dan intensitas para penggemarnya,” kata Herdman.

Ia sudah hampir setahun tanpa tim sejak mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Toronto FC pada November 2024.

Selain atmosfer sepak bola, keseriusan PSSI menjadi faktor kunci yang meyakinkan Herdman.

Ia menilai PSSI memiliki visi yang jelas dan ambisi untuk menunjuk pelatih dengan pengalaman membawa tim lolos ke Piala Dunia.

“Saya melihat komitmen yang kuat dari PSSI yang ingin mendatangkan seseorang dengan kebiasaan kualifikasi Piala Dunia,” ujarnya.

Herdman melihat potensi besar dalam diri pemain Indonesia dan membandingkannya dengan pengalamannya di Kanada.

“Yang saya lihat adalah potensi bakatnya sangat besar. Suasananya sangat mirip dengan Kanada, negara yang besar, punya banyak pemain lokal berbakat, dan juga kemampuan merekrut pemain dwikewarganegaraan, yang sudah mulai mereka lakukan,” kata Herdman.

Ia dijadwalkan tiba di Indonesia pada pekan depan untuk konferensi pers perkenalannya sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Herdman ingin memahami budaya sepak bola Indonesia dengan tinggal dan menghabiskan waktu di Tanah Air.

“Belajar budaya tidak cukup dari jarak jauh. Anda harus benar-benar terjun, memahami orang-orangnya dan adat istiadatnya, karena di situlah hubungan dan kepercayaan bisa dibangun,” ujarnya.

Tahun 2026 akan menjadi periode sibuk bagi Herdman bersama Timnas Indonesia.

Timnas senior akan tampil di FIFA Series pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, serta agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November.

Rangkaian agenda tersebut akan ditutup dengan Piala AFF 2026 yang direncanakan bergulir mulai 25 Juli 2026.