Jakarta – PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Penunjukan ini menandai era baru dengan fokus pada pembangunan sepak bola berkelanjutan.
Herdman diharapkan membawa perubahan signifikan pasca-kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026.
PSSI mengontrak Herdman dengan skema jangka panjang. Ia akan memegang peran ganda sebagai pelatih timnas senior dan U23.
Langkah ini menunjukkan komitmen PSSI untuk membangun fondasi sepak bola nasional yang kuat dan berkesinambungan.
Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, menilai kontrak jangka panjang Herdman sebagai sinyal bahwa PSSI tidak lagi mengambil jalan pintas.
Meski begitu, naturalisasi pemain tetap menjadi bagian dari strategi Timnas Indonesia.
“Kemungkinan besar Herdman juga akan melihat pemain-pemain Eropa mana yang bisa dipanggil,” ujar Gita.
Ia menambahkan, ada pemain Belanda yang lebih memilih Indonesia dibanding timnas Tanjung Verde.
Namun, Gita memperkirakan pola naturalisasi tidak akan semasif sebelumnya.
Salah satu poin penting dalam kontrak Herdman adalah kewajiban tinggal di Indonesia. Tujuannya, untuk memantau kompetisi Liga 1.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesempatan pemain lokal untuk berkembang dan masuk timnas.
“Salah satu isi kontraknya adalah dia harus di Indonesia untuk memantau Liga 1, jadi pasti akan lebih ke arah banyak pemain-pemain lokal yang bisa dikembangkan,” kata Gita.
PSSI menyambut Herdman dengan optimisme tinggi.
Pelatih asal Inggris itu memiliki rekam jejak istimewa. Ia adalah satu-satunya pelatih yang berhasil membawa timnas putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA.
Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011. Ia juga meraih dua medali perunggu Olimpiade pada 2012 dan 2016.
Di sektor putra, Herdman mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022 setelah penantian 36 tahun. Ia juga berhasil mendongkrak peringkat FIFA tim tersebut.
Tahun 2026 akan menjadi periode krusial bagi Herdman bersama Timnas Indonesia.
Timnas Senior dijadwalkan tampil pada FIFA Series, lalu FIFA Matchday bulan Maret, Juni, September, Oktober, dan November.
Selain itu, tim juga akan berlaga di Piala AFF 2026 yang dimulai pada 25 Juli, serta Asian Games bersama skuad U23.
Piala AFF 2026 menjadi ambisi yang belum terjawab bagi Timnas Indonesia.
Sejak digelar 29 tahun lalu, Indonesia belum pernah mengangkat trofi. Enam kesempatan tampil di final selalu berakhir dengan kekalahan.
Terakhir kali Indonesia masuk final Piala AFF adalah pada edisi 2020, saat tim kalah dari Thailand.
Berbeda dari edisi sebelumnya, Piala AFF 2026 akan digelar di pertengahan tahun.
Kondisi ini membuka peluang Timnas Indonesia diperkuat pemain-pemain yang berkarier di Eropa. Sekaligus menjadi panggung awal bagi Herdman untuk menerjemahkan proyek besar PSSI ke dalam prestasi nyata.







