Berita

Jakarta Catat Kenaikan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

113
×

Jakarta Catat Kenaikan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
kasus-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak-di-jakarta-terus-naik,-salah-satunya-di-sekolah
kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di jakarta terus naik, salah satunya di sekolah

Jakarta – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jakarta melonjak. Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta mencatat ada 1.917 kasus kekerasan sepanjang Januari hingga November 2025.

Kepala DPPAPP DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, mengungkapkan kekhawatiran atas tingginya angka kekerasan terhadap anak.

“53 persen dari total kasus adalah anak-anak di bawah umur 18 tahun,” ujarnya.

Ironisnya, rumah menjadi tempat paling rawan terjadinya kekerasan. DPPAPP mencatat 1.132 kasus terjadi di lingkungan rumah.

Lokasi lain yang juga menjadi tempat terjadinya kekerasan adalah jalan (135 kasus), indekos (126 kasus), sekolah (119 kasus), dan kontrakan (88 kasus).

Pelaku kekerasan didominasi oleh orang terdekat korban. Suami menjadi terlapor terbanyak (503 kasus), diikuti teman (351 kasus), orang tidak dikenal (281 kasus), tetangga (203 kasus), ayah kandung (197 kasus), dan pacar (147 kasus).

Kekerasan seksual terhadap anak menjadi jenis kekerasan yang paling banyak terjadi, mencapai 588 kasus.

Selain itu, terdapat kasus perempuan korban KDRT (412 kasus), kekerasan psikis terhadap perempuan (318 kasus), kekerasan fisik terhadap perempuan (276 kasus), kekerasan fisik terhadap anak (242 kasus), kekerasan psikis terhadap anak (236 kasus), dan kekerasan seksual terhadap anak (184 kasus).

DPPAPP DKI Jakarta menyediakan berbagai kanal pengaduan, baik luring maupun daring, bagi para korban. Layanan konseling juga tersedia.

Selain itu, terdapat 44 pos pengaduan yang tersebar di 44 kecamatan atau RPTRA, masing-masing dilengkapi dengan tenaga ahli, konselor, dan paralegal.

“Kesadaran masyarakat untuk berani mengungkapkan kasus kekerasan semakin meningkat,” kata Iin. “Ini adalah perkembangan positif yang perlu terus didorong.”