Ecozone

IHSG Sesi I Melemah Tipis, Saham ENRG dan DSSA Tertekan

2
×

IHSG Sesi I Melemah Tipis, Saham ENRG dan DSSA Tertekan

Sebarkan artikel ini
Layar monitor menampilkan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia.
IHSG melemah tipis 0,04% ke level 6.183 pada perdagangan sesi pertama, Selasa (28/7/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tipis sebesar 0,04% atau 2,63 poin ke level 6.183 pada perdagangan sesi pertama, Selasa (28/7/2026), yang dipicu oleh tekanan jual di sejumlah sektor utama di tengah sentimen negatif dari bursa regional Asia.

Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia, pergerakan pasar selama sesi pertama mencatatkan volume transaksi sebesar 14,84 miliar saham dengan total frekuensi perdagangan mencapai 922,7 ribu kali.

Aktivitas perdagangan tersebut menghasilkan total nilai transaksi sebesar Rp 5,22 triliun dengan kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 10.852 triliun.

Data bursa menunjukkan bahwa sebanyak 255 saham ditutup pada area negatif, sementara 332 saham berhasil menguat dan 208 saham lainnya stagnan.

Secara sektoral, enam dari sebelas sektor yang terdaftar di bursa berada di zona merah, dengan sektor properti mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 1,6%.

Meskipun sektor properti secara keseluruhan melemah, beberapa emiten besar justru mencatatkan kenaikan harga saham yang signifikan.

Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) melonjak 2,29% ke level Rp 268, diikuti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang melesat 3,14% ke Rp 328, dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) naik 2,86% ke Rp 36.

Sektor energi mengalami tekanan yang cukup berat, di mana saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) anjlok 4,92% ke Rp 1.345 dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 1,17% ke Rp 845.

Di sisi lain, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 2,26% ke Rp 452 dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melonjak 4,57% ke Rp 915.

Berdasarkan nilai transaksi harian, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi yang paling likuid dengan nilai transaksi mencapai Rp 291 miliar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 288,48 miliar, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan nilai transaksi Rp 274,13 miliar.

Sentimen negatif juga terlihat di pasar regional, di mana indeks Nikkei Jepang anjlok 4,10% ke level 62.269, Shanghai Composite turun 1,22% ke level 3.811,2, dan Hang Seng terkoreksi 0,18% ke level 25.162.

Daftar top gainer siang ini meliputi PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang naik 6,69% ke Rp 5.100, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) naik 6,54% ke Rp 570, dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik 4,57% ke Rp 915.

Daftar top loser siang ini dipimpin oleh PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang turun 7,41% ke Rp 7.500, diikuti PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) turun 5,61% ke Rp 1.515, serta PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun 4,95% ke Rp 1.345.