Milford, Michigan – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya tengah terlibat dalam perundingan yang bersifat bersahabat dengan Iran guna meredakan ketegangan geopolitik yang terjadi pada Selasa (28/7/2026).
Dilansir dari Antara, pernyataan tersebut disampaikan Trump saat memberikan pidato di hadapan publik terkait perkembangan hubungan bilateral antara kedua negara.
“Kami memukul mereka dengan keras, tetapi kami akan melihat bagaimana akhirnya, saat ini mereka terlibat dalam perundingan yang sangat bersahabat,” kata Trump.
Pemerintah Iran dikabarkan telah mengajukan permintaan resmi kepada Amerika Serikat agar blokade laut yang diterapkan terhadap pelabuhan-pelabuhan mereka segera dicabut.
Laporan dari media Axios mengungkapkan bahwa Trump sebelumnya telah menginstruksikan penangguhan serangan lanjutan terhadap Iran, sehingga menghentikan rangkaian operasi militer yang telah berlangsung selama 13 hari berturut-turut.
Presiden Trump menegaskan bahwa pihak Iran telah mengajukan inisiatif untuk mengadakan pertemuan diplomatik dengan delegasi Amerika Serikat.
Meskipun membuka ruang negosiasi, Trump tetap memberikan peringatan bahwa apabila kesepakatan tidak tercapai, maka Amerika Serikat dapat memulai kembali operasi militernya.
Ketegangan antara kedua negara sempat mereda setelah penandatanganan memorandum perdamaian pada 18 Juni untuk menghentikan konflik yang pecah sejak 28 Februari.
Namun, stabilitas kawasan tersebut kembali terganggu ketika pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke Iran mulai 8 Juli.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM berdalih bahwa serangan tersebut merupakan tindakan balasan atas gangguan Iran terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.
Pasukan Iran merespons eskalasi tersebut dengan melancarkan serangan balasan yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada 12 Juli sebagai bentuk protes atas campur tangan Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Menanggapi langkah tersebut, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil peran sebagai pelindung bagi jalur pelayaran Selat Hormuz.
Langkah perlindungan tersebut dibarengi dengan pengumuman kebijakan Amerika Serikat untuk memberlakukan kembali blokade terhadap seluruh pelabuhan di Iran.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau perkembangan negosiasi yang sedang berlangsung di tengah ancaman opsi militer yang masih dipersiapkan oleh pihak Gedung Putih.






