Ecozone

BNI Siapkan Buyback Saham Rp 627 Miliar Usai Harga Anjlok

10
×

BNI Siapkan Buyback Saham Rp 627 Miliar Usai Harga Anjlok

Sebarkan artikel ini
Gedung kantor pusat PT Bank Negara Indonesia (BBNI) di Jakarta
PT Bank Negara Indonesia (BBNI) menyiapkan dana sebesar Rp 627 miliar untuk aksi korporasi pembelian kembali saham.

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp 627 miliar guna merespons fluktuasi pasar yang menyebabkan penurunan harga saham sebesar 19,45% secara year to date pada Selasa (28/7/2026).

Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen perseroan menargetkan seluruh rangkaian aksi korporasi tersebut akan diselesaikan dalam kurun waktu tiga bulan, dengan batas akhir pelaksanaan pada 26 Oktober 2026.

Seluruh dana yang dialokasikan untuk aksi korporasi ini akan bersumber dari kas internal perusahaan tanpa melibatkan pendanaan eksternal.

Pihak manajemen menyatakan bahwa nilai maksimal Rp 627 miliar tersebut tidak melampaui ambang batas 20% dari total modal disetor BNI dan telah mencakup seluruh biaya operasional pelaksanaan buyback.

“Perseroan yakin pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perseroan,” kata manajemen BNI.

Perusahaan memastikan bahwa aksi pembelian kembali saham ini tidak akan mengakibatkan penurunan kekayaan bersih di bawah jumlah modal ditempatkan dan cadangan wajib yang telah ditetapkan.

Manajemen BNI memproyeksikan bahwa langkah ini akan mengurangi aset dan ekuitas perusahaan sebesar nilai buyback beserta biaya pelaksanaannya.

Perseroan menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan maupun biaya operasional perusahaan di masa depan.

BNI juga menjamin bahwa pembelian kembali saham tersebut tidak akan mengurangi jumlah saham beredar hingga ke tingkat yang dapat mengganggu likuiditas perdagangan saham BBNI di pasar modal.

Berdasarkan data RTI Business, saham BBNI ditutup stagnan pada level Rp 3.520 pada perdagangan Senin dengan rentang pergerakan harga harian antara Rp 3.450 hingga Rp 3.540.

Saat ini, kapitalisasi pasar perusahaan perbankan pelat merah tersebut tercatat berada di angka Rp 131,29 triliun.

Secara performa mingguan, saham BBNI terpantau mengalami koreksi sebesar 1,95%.

Namun, dalam periode satu bulan terakhir, saham perseroan menunjukkan tren positif dengan penguatan sebesar 7,98%.

Kondisi berbeda terlihat pada performa enam bulan terakhir, di mana saham BBNI tercatat terperosok sebesar 17,37%.

Aksi korporasi ini diharapkan mampu menstabilkan harga saham di tengah volatilitas yang terjadi di lantai bursa.