BeritaEcozonePolitik

Banggar DPR Dorong Batam Perkuat Daya Saing Jadi Pusat Investasi Nasional

18
×

Banggar DPR Dorong Batam Perkuat Daya Saing Jadi Pusat Investasi Nasional

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (3/7/2026). Foto: Alma/Mahendra
Wakil Ketua Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (3/7/2026). Foto: Alma/Mahendra

Batam – Wilayah Batam digadang-gadang menjadi pusat investasi nasional berkat posisinya yang strategis di jalur perdagangan internasional. Keunggulan tersebut kian diperkuat dengan status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) serta basis industri manufaktur yang tangguh, yang didukung konektivitas logistik mumpuni serta akses langsung ke pasar global.

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, menyatakan bahwa pemerintah telah memproyeksikan Batam sebagai penggerak utama investasi, ekspor, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin kunjungan kerja delegasi Banggar DPR RI ke BP Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (3/7/2026).

Syarief menyoroti adanya tantangan persaingan yang semakin ketat bagi Batam dari kawasan ekonomi lain di ASEAN, seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Johor-Singapore Special Economic Zone.

Menurutnya, prioritas utama untuk menjaga daya saing Batam meliputi penguatan kapasitas pelabuhan, modernisasi sistem logistik, digitalisasi layanan, serta integrasi kawasan industri.

Legislator dari Fraksi Partai NasDem itu menegaskan bahwa berbagai langkah tersebut harus terus diutamakan.

Menanggapi tantangan tersebut, BP Batam berkomitmen menjadikan wilayahnya sebagai hub ekonomi digital regional yang berkelanjutan. Sebagai upaya mencapai target itu, BP Batam mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,4 triliun yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Sebanyak 65 persen dari total anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja publik. Sementara itu, 35 persen sisanya digunakan guna mendukung berbagai program strategis, termasuk pengembangan infrastruktur.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Banggar DPR RI Sugeng Suparwoto turut menekankan pentingnya pembangunan fasilitas penyimpanan LPG dan LNG di Batam. Ia menilai infrastruktur tersebut krusial untuk memperkuat peran Batam sebagai hub energi sekaligus cadangan penyangga energi nasional.

Sementara itu, Anggota Banggar DPR RI lainnya, Kamrussamad, menyatakan perlunya langkah terobosan untuk mengantisipasi jebakan pendapatan menengah atau middle income trap serta deindustrialisasi dini.

Ia mengatakan bahwa Batam memegang peran signifikan dalam mencapai tujuan tersebut.

Menurutnya, Batam harus menjadi lokomotif utama untuk mendorong peningkatan kontribusi sektor industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.