Ecozone

IHSG Berpotensi Menguat, Analis Rekomendasikan Saham ADMR, ASII, dan UNVR

15
×

IHSG Berpotensi Menguat, Analis Rekomendasikan Saham ADMR, ASII, dan UNVR

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di layar monitor bursa efek
IHSG diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Senin (3/8/2026) setelah berhasil menembus level resisten minor di angka 6.199.

Dilansir dari riset BinaArtha Sekuritas, pergerakan indeks saat ini tengah mengarah menuju area gap di rentang 6.268 hingga 6.306.

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan bahwa momentum positif pasar diprediksi tetap terjaga selama IHSG mampu mempertahankan posisinya di atas level support minor 6.138.

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” kata Ivan.

Berdasarkan analisis teknikal, level support IHSG ditetapkan pada 6.138, 6.020, dan 5.887, sementara level resistance berada di angka 6.291, 6.392, serta 6.545.

Support merupakan area harga saham yang diyakini sebagai titik terendah, di mana harga cenderung kembali naik karena adanya peningkatan aksi beli.

Resistance didefinisikan sebagai tingkat harga tertinggi, yang biasanya memicu aksi jual signifikan sehingga laju kenaikan harga saham tertahan.

Untuk sesi perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan investor untuk memperhatikan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan target harga Rp 1.545.

Pilihan saham lainnya mencakup PT Astra International Tbk (ASII) dengan target harga Rp 5.200, serta PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan target harga Rp 500.

Daftar rekomendasi saham juga meliputi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan target harga Rp 7.200 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di level Rp 1.580.

Secara terpisah, tim riset BRI Danareksa memberikan rekomendasi beli untuk saham PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Tim riset BRI Danareksa mencatat bahwa IHSG memiliki peluang untuk terus menguji resistance di kisaran 6.300 hingga 6.380 selama bertahan di atas support 6.180–6.200.

“Momentum bullish masih terjaga, meski volatilitas diperkirakan meningkat menjelang rilis data ekonomi utama pekan ini,” tulis tim riset BRI Danareksa.

Pelaku pasar diperkirakan akan mencermati laporan kinerja keuangan emiten periode semester pertama 2026.

Selain itu, investor akan menanti rilis data ekonomi seperti PMI Manufaktur, inflasi, neraca perdagangan, cadangan devisa, dan PDB Indonesia.

Data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat juga menjadi indikator krusial yang akan menentukan ekspektasi kebijakan moneter bank sentral AS, The Fed.

Secara historis, bulan Agustus mencatatkan kinerja positif bagi IHSG dengan probabilitas penguatan mencapai 90% dalam satu dekade terakhir.