News

Gempa M7,1 Guncang Jepang, Bangunan AEON Mall Ambruk dan Korban Berjatuhan

54
×

Gempa M7,1 Guncang Jepang, Bangunan AEON Mall Ambruk dan Korban Berjatuhan

Sebarkan artikel ini
Kondisi bangunan AEON Mall di Kumamoto yang ambruk pasca gempa berkekuatan M7,1
Bangunan pusat perbelanjaan AEON Mall di Kota Kashima runtuh akibat guncangan gempa bermagnitudo 7,1.

Kumamoto – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7/2026), yang menyebabkan kerusakan infrastruktur luas serta jatuhnya korban jiwa akibat runtuhnya bangunan pusat perbelanjaan AEON Mall di Kota Kashima.

Dilansir dari The Japan Times, gempa tersebut tercatat mencapai intensitas shindo 7, yang merupakan tingkat tertinggi dalam skala intensitas seismik Jepang.

Pihak kepolisian setempat melaporkan bahwa lantai dua AEON Mall ambruk setelah terjadi ledakan yang disertai kepulan asap putih dari dalam gedung.

Sebanyak 20 hingga 30 karyawan pusat perbelanjaan tersebut dilaporkan masih belum dapat dihubungi oleh tim SAR.

Empat orang korban berhasil dievakuasi dari reruntuhan mall dalam kondisi sadar dan telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sebelum keruntuhan terjadi, sekitar 200 orang telah melakukan evakuasi mandiri menuju area parkir pusat perbelanjaan tersebut.

Laporan korban luka juga terus bertambah di sejumlah wilayah, dengan sedikitnya 50 orang dirawat di Kota Hikawa dan lebih dari 50 orang lainnya di Kota Kumamoto.

Petugas pemadam kebakaran di Kota Uki menerima banyak laporan mengenai kebakaran yang muncul sebagai dampak sekunder dari guncangan gempa.

Kerusakan infrastruktur transportasi mencakup ambruknya sebagian jalur pejalan kaki di jembatan Kota Yatsushiro serta kerusakan berat pada jalan layang di Jalan Tol Kyushu.

Operator JR Kyushu telah menghentikan seluruh layanan Shinkansen Kyushu dan sejumlah jalur kereta lokal sebagai langkah antisipasi keamanan.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan bahwa pemerintah telah membentuk satuan tugas darurat untuk mengoordinasikan operasi penyelamatan.

Sebanyak 3.600 personel Pasukan Bela Diri Jepang telah dikerahkan ke lokasi terdampak atas permintaan resmi dari Gubernur Kumamoto.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan doa kami menyertai seluruh korban terdampak. Ini adalah momen yang sangat krusial dan keselamatan jiwa manusia menjadi prioritas utama,” kata Sanae Takaichi.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) memberikan peringatan kepada masyarakat agar tetap siaga terhadap potensi gempa susulan kuat selama satu pekan ke depan.

JMA menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh pergeseran horizontal pada dua sesar berbeda di wilayah tersebut.

Pemerintah memastikan bahwa seluruh fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang tetap dalam kondisi aman dan tidak ditemukan kelainan teknis.

Peringatan tsunami yang sempat diberlakukan untuk wilayah pesisir Laut Ariake dan Laut Yatsushiro telah dicabut sepenuhnya.

Gangguan listrik dilaporkan menimpa sekitar 48.300 rumah di wilayah Prefektur Kumamoto pasca guncangan hebat tersebut.

Otoritas kesehatan memperingatkan warga mengenai risiko serangan panas selama proses evakuasi mengingat suhu udara diprediksi akan mencapai 39 derajat Celsius.

Peristiwa ini menjadi gempa dengan intensitas shindo 7 pertama yang melanda Jepang sejak bencana di Semenanjung Noto pada Januari 2024.

Peta lokasi pangkalan militer Amerika Serikat dan pusat komando CENTCOM di Yordania yang diserang rudal Iran.
News

Iran melancarkan serangan kejutan ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Yordania pada Rabu (29/7/2026) bersamaan dengan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri…