Ecozone

IHSG Berpotensi Koreksi, Analis Rekomendasikan Saham INKP, BSDE, dan ICBP

43
×

IHSG Berpotensi Koreksi, Analis Rekomendasikan Saham INKP, BSDE, dan ICBP

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
IHSG diprediksi mengalami tekanan koreksi pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami tekanan koreksi pada perdagangan Jumat (24/7/2026) akibat sentimen teknikal dan ketegangan geopolitik global yang memicu kekhawatiran inflasi.

Dilansir dari riset BinaArtha Sekuritas dan Mirae Asset Sekuritas, pergerakan indeks hari ini cenderung melemah setelah mencapai target ideal subwave III di level 6.453 berdasarkan proyeksi Fibonacci.

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan bahwa pola candlestick shooting star yang terbentuk pada sesi sebelumnya mengindikasikan potensi penurunan menuju area 6.147 hingga 6.220 sebelum indeks kembali melanjutkan tren kenaikan pada gelombang berikutnya.

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” kata Ivan Rosanova.

Tingkat support IHSG saat ini berada pada level 6.219, 6.146, 6.074, dan 5.971, sementara level resistance berada di angka 6.545, 6.688, dan 6.835.

Support didefinisikan sebagai area harga saham yang diyakini sebagai titik terendah, di mana harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan aktivitas pembelian.

Sebaliknya, resistance merupakan tingkat harga saham yang dinilai sebagai titik tertinggi, yang biasanya memicu aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Untuk perdagangan hari ini, Ivan Rosanova merekomendasikan saham PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP) dengan target harga Rp 8.350 dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan target harga Rp 2.290.

Selain itu, ia menyarankan investor memperhatikan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) di level Rp 1.420, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di level Rp 1.580, serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) di level Rp 1.100.

Di sisi lain, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai sentimen pasar cenderung netral dengan bias negatif karena indikator Stochastic menunjukkan sinyal pelemahan dan RSI telah memasuki area jenuh beli.

Nafan Aji Gusta menyoroti aksi jual bersih investor asing senilai Rp 712,21 miliar yang mengindikasikan bahwa pelaku pasar global masih menerapkan strategi risk-off terhadap aset domestik.

Tekanan pasar utamanya bersumber dari faktor eksternal, di mana ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong harga minyak Brent menembus US$ 100 per barel.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran inflasi yang membuat pelaku pasar berekspektasi bahwa suku bunga global akan tetap berada di level tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Terkait kondisi tersebut, Nafan Aji Gusta merekomendasikan saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).