BeritaPemerintahan

Pramono Anung Bentuk Tim Investigasi Usai Temukan Kerusakan Berat di SDN Kebayoran Lama

14
×

Pramono Anung Bentuk Tim Investigasi Usai Temukan Kerusakan Berat di SDN Kebayoran Lama

Sebarkan artikel ini
konstruksi-bangunan-sekolah-di-jakarta-bakal-dievaluasi,-pramono-bentuk-tim-investigasi
konstruksi bangunan sekolah di jakarta bakal dievaluasi, pramono bentuk tim investigasi

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera membentuk tim investigasi dan inventarisasi untuk mengevaluasi kondisi seluruh bangunan sekolah di ibu kota.

Langkah ini diambil menyusul temuan kerusakan berat pada SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang telah terjadi selama dua tahun terakhir.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin langsung peninjauan lokasi sekolah tersebut pada Jumat (24/7/2026).

Pembentukan tim khusus ini bertujuan memitigasi risiko kerusakan serupa di masa depan.

Pramono mengakui, selama ini proses rehabilitasi sekolah kerap dibebankan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan.

Padahal, tugas tersebut tidak termasuk dalam fungsi pokok organisasi perangkat daerah tersebut.

Menurut Pramono, tidak mungkin Dinas Pendidikan menjalankan fungsi konstruksi secara mandiri di lapangan.

“Kenyataannya di lapangan, hampir semua daerah, tidak mungkin Dinas Pendidikan melakukan itu sendiri. Pasti dikontraktorkan dan sebagainya,” ujar Pramono saat meninjau kerusakan di SDN Kebayoran Lama Selatan 09.

Ia menilai Dinas Pendidikan tidak memiliki kapasitas teknis untuk mengawasi struktur bangunan secara mendalam.

Pengamatan di lokasi menunjukkan terdapat kelemahan pada kerangka bangunan yang diduga akibat perencanaan buruk saat rehabilitasi pada 2011.

Tim investigasi nantinya akan menelusuri akar penyebab kerusakan tersebut secara menyeluruh.

Sementara itu, tim inventarisasi bertugas memetakan gedung sekolah lain yang memiliki risiko serupa.

Pemprov DKI akan melibatkan tenaga ahli dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) serta Dinas Bina Marga untuk melakukan supervisi proyek.

“Sekarang kita perbantukan untuk mensupervisi karena di Dinas Pendidikan tidak semuanya punya keahlian untuk membangun,” tegasnya.

Hasil pendataan tim inventarisasi akan menjadi acuan utama dalam merancang program rehabilitasi bangunan sekolah di masa mendatang.