Ecozone

Emiten BUMN Karya Berbenah Seiring Progres Merger dan Prospek Kinerja

62
×

Emiten BUMN Karya Berbenah Seiring Progres Merger dan Prospek Kinerja

Sebarkan artikel ini
450efe4b228693bd47da370d237f61fc.jpg
450efe4b228693bd47da370d237f61fc.jpg

Jakarta – Konsolidasi BUMN Karya kini memasuki babak baru seiring diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2026. Regulasi ini memberikan kewenangan lebih luas kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk membentuk holding investasi maupun holding operasional, yang menjadi landasan utama percepatan penggabungan perusahaan konstruksi pelat merah.

PP 19/2026 menjadi payung hukum krusial bagi Danantara dalam mengelola perusahaan negara. Dalam Pasal 29B, lembaga tersebut diperbolehkan mendirikan lebih dari satu holding dengan persetujuan presiden. Langkah ini diyakini menjadi katalis positif untuk menuntaskan target merger BUMN Karya yang diproyeksikan selesai pada semester II 2026, setelah proses pembersihan laporan keuangan atau impairment asset rampung.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menyatakan komitmennya mendukung agenda restrukturisasi ini melalui evaluasi portofolio aset yang selektif. Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menyebut bahwa perusahaan terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk memperkuat fundamental dan menciptakan ekosistem konstruksi yang lebih berkelanjutan.

Di sisi lain, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) kini tengah berfokus pada proses divestasi saham di beberapa entitas anak usaha, seperti PT Jasamarga Jogja Solo dan PT Dumai Tirta Persada. Perusahaan menargetkan seluruh transaksi divestasi tersebut tuntas pada akhir 2026, sembari menunggu arahan lanjutan terkait mekanisme merger dari Danantara.

Para analis menilai, target penyelesaian merger pada akhir 2026 tergolong realistis meskipun dibayangi tantangan kompleks, terutama terkait restrukturisasi utang dan penyehatan finansial masing-masing emiten. Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, menyebut bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memastikan tahapan restrukturisasi memberikan dampak optimal bagi efisiensi fiskal dan kapasitas pembangunan nasional.

Meskipun demikian, sektor konstruksi BUMN masih menghadapi tekanan dari faktor makroekonomi, seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya suku bunga acuan BI yang berada di level 5,25%. Kondisi ini memengaruhi biaya dana atau cost of fund serta harga bahan baku proyek.

Menghadapi tantangan tersebut, emiten BUMN Karya menerapkan berbagai langkah mitigasi. WIKA, misalnya, memperketat manajemen risiko dan efisiensi operasional untuk menjaga arus kas. Sementara ADHI mengoptimalkan negosiasi pengadaan dan meningkatkan efisiensi proses konstruksi untuk mengimbangi kenaikan biaya material.

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, berpendapat bahwa prospek sektor ini berpotensi membaik secara bertahap seiring dengan adanya dukungan dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan program pembangunan perumahan nasional. Meski prospek jangka panjang mulai terlihat, para analis saat ini masih cenderung bersikap wait and see terhadap saham-saham emiten BUMN Karya karena pergerakannya yang masih berada dalam fase konsolidasi dan tren penurunan.

e9c63d9ca488dadf9dd3051a07e4e9d2.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) berencana menambah lini bisnis baru untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Perusahaan yang melantai di bursa pada 12 Februari 2024 ini selama ini bergerak di bidang manufaktur, perdagangan, penyewaan, perbaikan, serta suku cadang pompa untuk industri minyak, gas, dan pertambangan. Direktur Utama MKAP, Eric Handoko, menyatakan, langkah perluasan bisnis ini sejalan dengan dinamika…

1d62b5fa5d258fc022ec5502e073efe7.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi kepada 88 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan tahun 2025. Dalam Pengumuman Bursa No.Peng-S-00016/BEI.PLP/06-2026, batas waktu penyampaian laporan keuangan auditan tahunan per 31 Desember 2025 adalah pada Selasa, 31 Maret 2026. Berdasarkan pemantauan Bursa per 30 Mei 2026, sebanyak 88 emiten belum menyampaikan laporan keuangan per 2025. Baca Juga: Rupiah Menguat…

fe61b3cd1122cd003c7b0a97f3c52c93.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dukungan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan kembali masuknya aliran modal asing ke instrumen domestik menjadi penopang utama mata uang Garuda. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 17.860 per dolar AS pada Jumat (12/6), menguat 0,72% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di Rp 17.989 per dolar AS….

6b6f158f6fd40008fbc3c2da84867c1c.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai sebesar-besarnya Rp 500 miliar. Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan, buyback saham ini merupakan bagian dari strategi BRI untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental kinerja perseroan serta prospek pertumbuhan jangka panjang…

318c1d3376bdfeb9e0cae93f67e33022.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak mixed pada perdagangan Jumat (12/6/2026), dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones ditutup menguat tipis di tengah optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai di Timur Tengah. Pada perdagangan pukul 09.32 waktu setempat, indeks Dow Jones naik 303,74 poin atau 0,60% ke level 51.152,85. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,18% menjadi 7.407,60. Berbeda dengan dua indeks tersebut,…