BeritaNgampus

Edukasi Isi Piringku untuk Baduta, FKEP Unand Tingkatkan Literasi Gizi

120
×

Edukasi Isi Piringku untuk Baduta, FKEP Unand Tingkatkan Literasi Gizi

Sebarkan artikel ini
whatsapp image 2025 08 28 at 12.57.02
Foto : KSB

PADANG — Departemen Maternitas dan Anak, Fakultas Keperawatan Universitas Andalas (Unand) kembali hadir melalui program Kemitraan Masyarakat Membantu Nagari Membangun (PKM-MNM) dengan menggelar gerakan “Ibu Cerdas Gizi: Deteksi Dini Tumbuh Kembang dan Edukasi Isi Piringku untuk Baduta.”

Kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas Pembantu Koto Gadang, Kelurahan Bungus Timur, Kota Padang ini menyasar ibu-ibu yang memiliki anak berusia di bawah dua tahun (baduta).

Wilayah Bungus Timur menghadapi tantangan serius terkait masalah gizi, mengingat sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani dan nelayan. Berdasarkan data dari Puskesmas Bungus, tercatat lebih dari 30 persen balita di wilayah tersebut berisiko mengalami gizi buruk dan keterlambatan perkembangan.

Gerakan yang digagas oleh Prof. Meri Neherta bersama tim Puskesmas Bungus ini berfokus pada pengenalan panduan “Isi Piringku” dan penguatan peran kader posyandu dalam pemantauan tumbuh kembang anak berbasis komunitas.

Ia menyatakan langsung bahwa peran ibu sangat vital dalam menentukan kecerdasan anak. Ia menjelaskan, periode emas pertumbuhan otak anak berlangsung sejak masa kandungan hingga dua tahun pertama kehidupan. Oleh karena itu, ibu harus cerdas dalam memilih asupan gizi serta memberikan stimulasi yang tepat.

“Ibu yang cerdas bukan sekadar tahu makanan bergizi, tetapi juga peka bila ada keterlambatan tumbuh kembang. Saat tanda itu muncul, segera bawa anak ke tenaga kesehatan agar cepat ditangani,” tuturnya.

Ia menambahkan, tumbuh kembang anak harus dipenuhi oleh tiga kebutuhan dasar: asuh, asih, dan asah. Gizi yang baik harus diimbangi dengan kasih sayang dan stimulasi sederhana, seperti bercerita atau bermain bersama.

Pengetahuan yang didapat para ibu dapat diteruskan kepada keluarga dan tetangga. “Anak cerdas lahir dari ibu cerdas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bungus, dr. Yuli Rilda, mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin bagi ibu hamil dan balita.

“Kami berharap ibu hamil memeriksakan diri minimal enam kali hingga persalinan, agar kondisi ibu dan bayi tetap sehat. Ibu dengan balita juga sebaiknya rutin ke posyandu agar tumbuh kembang anak terpantau optimal,” ujarnya.

Dengan adanya gerakan Ibu Cerdas Gizi, Puskesmas Bungus optimistis kualitas kesehatan anak di wilayah tersebut akan semakin meningkat.