Ecozone

CIMB Niaga Pertahankan Target Bisnis Meski Suku Bunga BI Naik

18
×

CIMB Niaga Pertahankan Target Bisnis Meski Suku Bunga BI Naik

Sebarkan artikel ini
4a59202839c9d97c122903b37620ea47.jpg
4a59202839c9d97c122903b37620ea47.jpg

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk menyatakan tetap mempertahankan target bisnis yang telah ditetapkan untuk tahun 2026. Keputusan ini diambil perusahaan meski Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 125 basis poin (bps) sejak awal tahun hingga mencapai level 5,75 persen.

Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga, Lusiana Saleh, mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini tengah melakukan penyesuaian internal sebagai respons terhadap kebijakan moneter tersebut. Namun, Lusi menegaskan bahwa dampak dari kenaikan suku bunga acuan itu terhadap kinerja perseroan sejauh ini belum signifikan.

Pihak manajemen tetap optimistis dalam menjalankan roda bisnisnya. Lusi menyatakan bahwa tujuan utama perusahaan saat ini adalah untuk terus hadir bagi nasabah dan memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan mereka di tengah dinamika pasar yang terjadi saat ini.

Menurut Lusi, bagi sektor perbankan, langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan bukanlah sebuah kejutan besar. Hal ini dikarenakan penyesuaian suku bunga memang telah dilakukan beberapa kali sebelumnya sebagai bagian dari respons terhadap kondisi ekonomi makro.

Lusi menekankan bahwa kebijakan tersebut perlu dipandang dalam konteks yang lebih luas. Langkah BI tersebut dinilai bertujuan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan, memperkuat nilai tukar rupiah, serta mendorong sentimen positif di pasar modal.

Perusahaan berharap dengan adanya kebijakan ini, aktivitas ekonomi nasional dapat terus bergerak dinamis. Dengan demikian, permintaan kredit dari masyarakat maupun pelaku usaha serta volume transaksi perbankan diharapkan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan yang positif.

Terkait dengan kondisi pasar, Lusi menyebutkan bahwa perbaikan pada suku bunga diharapkan dapat berdampak pada kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selain itu, penguatan pasar dan stabilisasi nilai tukar dolar diharapkan dapat menjaga roda ekonomi agar terus berputar dengan baik.

Meskipun tetap optimistis, CIMB Niaga mengaku akan terus mencermati risiko yang mungkin muncul, terutama terkait kualitas aset. Kenaikan biaya dana atau cost of fund berpotensi mendorong penyesuaian pada suku bunga kredit.

Kondisi tersebut menuntut bank untuk lebih waspada karena berisiko meningkatkan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Oleh karena itu, perseroan berkomitmen untuk tetap berhati-hati dalam mengelola portofolio pembiayaan guna memitigasi risiko di tengah tren kenaikan suku bunga.

Lusi menegaskan bahwa kehati-hatian dalam penyaluran kredit menjadi prioritas utama. Pihaknya terus memantau perkembangan suku bunga kredit agar risiko NPL tetap terjaga di level yang aman.

Di sisi lain, CIMB Niaga menilai bahwa aktivitas ekonomi domestik saat ini masih menunjukkan ketahanan yang cukup kuat. Hal ini tercermin dari tren transaksi nasabah yang masih terus tumbuh, serta aktivitas bisnis yang secara umum dinilai tetap berjalan dengan baik.

Berdasarkan data internal perusahaan, roda perekonomian saat ini dinilai masih berputar dengan lancar. Hal itulah yang menjadi landasan bagi CIMB Niaga untuk tetap mempertahankan sikap optimistis terhadap target bisnis tahun ini meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi global maupun domestik.

0c01e8520981e2e162a3ba12ae5f3040.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada Jumat (19/6/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,06% secara harian ke Rp 17.804 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah di level Rp 17.826 per dolar AS, nilai ini sama dengan nilai pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya (18/6/2026). Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo…

a1416c131a7b1b0db9ff437599c32139.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah volatilitas pasar saham yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, kinerja indeks saham-saham BUMN di bawah Danantara yakni IDX BUMN20 terlihat cukup tahan banting. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX BUMN20 memang terkoreksi 17,28% year to date (ytd) ke level 315,195 hingga Jumat (19/6). Namun, capaian ini masih lebih baik dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah anjlok 28,56% ytd…

6e36be6c72eaa51cadb11663ac94b9a2.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 menjadi masukan konstruktif untuk memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia. Seperti diketahui, Morgan Stanley Capital International resmi mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Market berdasarkan hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 Namun, MSCI menurunkan penilaian kriteria arus informasi…

ed7fb2734a2e56dae4483dced1a23116.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan sepekan dengan penguatan positif meski kenaikannya pada akhir pekan relatif terbatas. Berdasarkan data pasar, sepanjang pekan ini IHSG menguat 3,76% atau bertambah 223,82 poin hingga ditutup di level 6.177,14 pada Jumat (19/6/2026). Namun, pada perdagangan harian Jumat (19/6/2026), pergerakan indeks cenderung terbatas dengan kenaikan tipis sebesar 0,08%…

c955be533d9dbe1f7bef0bac7680f9da.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gelaran Piala Dunia 2026 telah berlangsung selama sepekan. Beberapa emiten dalam negeri turut serta dalam penayangan ajang pemain sepak bola muda terbesar di dunia ini. Di mana, TVRI sebagai pemegang lisensi siaran Piala Dunia 2026 di Indonesia menjalin kemitraan dengan PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) untuk menyediakan layanan Over The Top (OTT). Adapun IRSX menyediakan layanan…