Berita

Balita Makassar Ditemukan, Polisi Bekuk Penculik, Usut TPPO

151
×

Balita Makassar Ditemukan, Polisi Bekuk Penculik, Usut TPPO

Sebarkan artikel ini
pengakuan-penculik-balita-bilqis-di-makassar:-dibayar-rp3-juta
pengakuan penculik balita bilqis di makassar: dibayar rp3 juta

Makassar – Kabar gembira datang dari Makassar, Sulawesi Selatan. Balita bernama Bilqis, yang sempat menjadi korban penculikan, akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat di Jambi.

Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap seorang wanita yang diduga sebagai pelaku utama penculikan tersebut.

Sri Yuliana, nama pelaku, mengakui perbuatannya. Ia mengaku telah menjual Bilqis kepada seorang wanita lain dengan harga Rp3 juta.

“Tanggal 3 November, saya ambil (korban), itu yang mau beli katanya mau lihat anaknya tapi beli dulu tiket pesawat,” ungkap Sri Yuliana di Mapolrestabes Makassar, Minggu (9/11).

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, memastikan kondisi Bilqis saat ditemukan dalam keadaan baik.

“Anak tersebut ditemukan pada malam hari dan telah dibawa kembali ke Makassar,” kata Arya.

Setibanya di Makassar, Bilqis langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikologis. Hasilnya menunjukkan tidak ada tanda-tanda penganiayaan dan kondisi psikologisnya stabil.

Selain pelaku utama, polisi juga mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam jaringan tindak pidana penjualan orang (TPPO) terkait kasus ini.

Namun, pihak kepolisian belum memberikan detail mengenai jumlah pelaku dan motif yang mendasari tindakan mereka.

“Nanti rilis ya disampaikan. Anaknya telah ditemukan, proses pemeriksaan tetap dilakukan terhadap korban, orang tua, serta para terduga pelaku yang sudah diamankan,” jelas Arya.

Polisi berencana merilis hasil penyelidikan secara resmi pada hari Senin. Kemungkinan adanya keterlibatan sindikat jaringan internasional juga akan diungkap.

Sebelumnya, Bilqis dilaporkan diculik saat orang tuanya sedang bermain tenis pada Minggu (2/11). Ayah korban, Dwi Nurmas (34), menuturkan anaknya bermain di pinggir lapangan saat ia sedang berlatih tenis.

“Memang saya sering bawa melatih. Saya selalu pantau waktu dia bermain, sering saya panggil dia menyahut. Tapi saya pas game ketiga, saya panggil sudah tidak ada,” ujar Dwi dengan nada sedih.

Rekaman CCTV menunjukkan seorang wanita membawa tiga anak, salah satunya diduga Bilqis, berjalan tergesa-gesa di pinggir jalan.