Kebumen – Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan terkait wacana perombakan kabinet atau reshuffle kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Momen tersebut terjadi saat kunjungan kerja dalam acara panen raya udang di Desa Tegalretno, Kecamatan Petahanan, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).
Kelakar tersebut muncul setelah Zulkifli Hasan salah menyebutkan nama desa lokasi panen raya kepada Presiden.
Zulkifli sempat membisikkan nama Karangduwur kepada Prabowo, namun warga setempat segera mengoreksi lokasi tersebut adalah Desa Tegalretno.
Melihat kekeliruan itu, Prabowo lantas bertanya kepada warga dengan nada bercanda mengenai nasib jabatan menterinya.
“Waduh, ini Menko tadi salah. Salah nama. Perlu di-reshuffle enggak kira-kira?” ucap Prabowo yang langsung direspons warga dengan jawaban tidak perlu.
Mendengar respons masyarakat yang membela menterinya, Presiden menimpali dengan santai. “Jangan? Oh, untung rakyat sayang sama kamu,” imbuh mantan Menteri Pertahanan tersebut.
Dalam kunjungan itu, Prabowo juga meninjau Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan yang telah beroperasi selama tiga tahun.
Ia memberikan apresiasi atas capaian produksi tambak yang disebutnya telah mencapai standar kualitas dunia.
Menurut Prabowo, produktivitas tambak di lokasi ini mampu menghasilkan satu ton udang per hektare.
Dengan harga jual terendah Rp70 ribu per kilogram, ia menilai proyek ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
“Hasilnya sudah tingkat tertinggi, tingkat dunia. Berarti dengan harga sangat bagus, harganya Rp70 ribu per kilo paling rendah, berarti per ton Rp70 juta,” jelasnya.
Tambak udang yang ditinjau Presiden merupakan proyek strategis yang sebelumnya diresmikan oleh mantan Presiden Joko Widodo bersama mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Maret 2023.
Selain memberikan sambutan, dalam kesempatan itu Prabowo sempat berinteraksi dengan penambak lokal dengan membantu menarik jala berisi udang vaname.







