Life

Asal Usul Kehidupan: DNA dan RNA, Mana yang Lebih Dulu?

206
×

Asal Usul Kehidupan: DNA dan RNA, Mana yang Lebih Dulu?

Sebarkan artikel ini
11f512ef1b494e9b41c82ad4a150ddc2.jpg
11f512ef1b494e9b41c82ad4a150ddc2.jpg

Padang – Kabar baik bagi dunia sains! Ilmuwan menemukan petunjuk baru tentang asal mula kehidupan di Bumi. Penelitian terbaru mendukung teori “Dunia RNA”, yang menyatakan RNA (Asam Ribo Nukleat) lebih dulu ada sebelum DNA dan menjadi kunci evolusi awal makhluk hidup.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (15/12/2025), mengungkap tumbukan dahsyat di Bumi purba kemungkinan membawa materi pembentuk RNA ke planet ini. Kondisi tertentu, terutama dengan adanya borat, memicu reaksi cepat dan membentuk RNA secara alami.

RNA berperan vital dalam sintesis protein. Molekul ini lebih sederhana dari DNA (Asam Deoksiribo Nukleat), namun mampu membawa informasi genetik dan memicu pembentukan molekul lain. Kesederhanaan inilah yang membuat banyak ilmuwan percaya RNA adalah pemain utama dalam kelahiran sel hidup pertama sekitar 4,3 miliar tahun lalu.

Pembentukan RNA secara alami menjadi misteri yang coba dipecahkan. Ilmuwan mencari jalur reaksi yang masuk akal secara geologis, karena peluang molekul kompleks ini tercipta secara acak dianggap kecil.

Tim biokimia Universitas Tohoku, Jepang, dipimpin Yuta Hirakawa, bereksperimen mencampur ribosa, fosfat, dan empat nukleobasa RNA (adenin, guanin, sitosin, urasil) dengan borat dan batuan basal. Campuran dipanaskan dan dikeringkan, meniru kondisi akuifer bawah tanah Bumi purba.

Hasilnya mengejutkan! RNA berhasil terbentuk di laboratorium tanpa campur tangan manusia.

“RNA berhasil terbentuk dalam campuran itu. Borat tidak menghambat reaksi, bahkan membantu beberapa tahap, seperti menstabilkan ribosa dan memfasilitasi produksi fosfat,” demikian laporan penelitian yang dikutip dari Space (5/1/2026).

Dukungan hipotesis ini juga datang dari luar angkasa. Sampel asteroid Bennu yang dibawa misi NASA OSIRIS-REx mengandung ribosa. Ini melengkapi daftar blok penyusun RNA yang teridentifikasi dalam sampel asteroid.

Ilmuwan menduga, tumbukan protoplanet besar (diameter sekitar 500 km, kaya bahan organik) mengirim komponen RNA ke Bumi dalam jumlah besar. Peristiwa ini terjadi 200 juta tahun setelah kelahiran Bumi, jauh sebelum bukti kehidupan tertua pada mineral zirkon berusia 4,1 miliar tahun.

Meski RNA belum bisa disebut kehidupan, pembentukannya yang cepat di Bumi purba membuka jalan bagi kemunculan organisme sederhana pertama. Tumbukan asteroid besar juga terjadi di Mars purba, dan borat terdeteksi di sana, sehingga skenario serupa mungkin pernah terjadi di Planet Merah.

Pilihan Editor: Hitung-hitungan Beli BBM Siang atau Malam Menurut Dosen IPB