Italia – Paolo Maldini dan Leonardo secara resmi mengundurkan diri dari jabatan direktur teknis serta penasihat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) pada Selasa (28/7/2026) karena kegagalan penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala tim nasional akibat konflik kepentingan komersial.
Dilansir dari jateng.jpnn.com, pengunduran diri kedua tokoh sepak bola tersebut terjadi hanya 10 hari setelah mereka bergabung dengan FIGC untuk merombak struktur kepelatihan Gli Azzurri.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap Presiden FIGC, Giovanni Malago, yang secara tegas menolak pencalonan Andrea Pirlo.
Penolakan dari pihak federasi dipicu oleh keterlibatan komersial Andrea Pirlo dengan berbagai merek asal Rusia, terutama perusahaan taruhan Fonbet.
Paolo Maldini dan Leonardo sebelumnya telah menetapkan Andrea Pirlo sebagai satu-satunya kandidat utama yang mereka inginkan untuk menangani tim nasional.
Ketegangan internal memuncak setelah pihak FIGC menegaskan bahwa status Andrea Pirlo sebagai duta global Fonbet tidak sejalan dengan etika dan kebijakan federasi.
Sebelum kegagalan ini, nama Andrea Pirlo sempat mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Gennaro Gattuso setelah Pep Guardiola menolak tawaran melatih juara Piala Eropa 2020 tersebut.
Kontroversi mengenai kerja sama tersebut semakin memanas setelah Andrea Pirlo kedapatan menghadiri acara Fonbet di Stadion Luzhniki, Moskow, bersama mantan rekan setimnya, Marco Materazzi.
Banyak pejabat FIGC dan anggota parlemen Italia melayangkan kritik tajam karena menganggap keterlibatan tersebut mencederai kredibilitas posisi pelatih tim nasional.
Melalui unggahan di Instagram pada Senin, Andrea Pirlo mengonfirmasi bahwa dirinya telah menerima pemberitahuan resmi mengenai pencoretan namanya dari daftar kandidat pelatih tim nasional.
“Seluruh aktivitas profesional saya dilakukan sesuai hukum dan kontrak yang berlaku,” kata Andrea Pirlo dalam klarifikasinya.
Andrea Pirlo juga secara tegas membantah adanya muatan politik dalam kemitraan komersial yang ia jalin dengan perusahaan asal Rusia tersebut.
Kasus ini bahkan menarik perhatian diplomatik, di mana Duta Besar Rusia untuk Italia, Alexey Paramonov, memberikan pernyataan dukungan terbuka kepada Andrea Pirlo.
Kepergian Paolo Maldini dan Leonardo menciptakan kekosongan jabatan strategis di FIGC di tengah upaya federasi untuk memperbaiki performa tim nasional.
Hingga saat ini, pihak FIGC belum memberikan pernyataan resmi mengenai pengganti Paolo Maldini dan Leonardo dalam struktur organisasi mereka.
Situasi ini menimbulkan ketidakpastian mengenai arah kebijakan teknis tim nasional Italia dalam menghadapi kompetisi internasional mendatang.
Publik sepak bola Italia kini menantikan langkah selanjutnya dari Giovanni Malago dalam merespons krisis manajerial yang terjadi di tubuh federasi.
Sejumlah pengamat menilai bahwa pengunduran diri dua sosok berpengaruh seperti Paolo Maldini dan Leonardo merupakan pukulan besar bagi rencana pembaruan sepak bola di negara tersebut.






