Ecozone

IHSG Terkoreksi ke 6.334, Saham AMMN hingga CUAN Bergerak Lesu

13
×

IHSG Terkoreksi ke 6.334, Saham AMMN hingga CUAN Bergerak Lesu

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG ditutup melemah tipis ke level 6.334 pada perdagangan Rabu (22/7/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan pelemahan tipis sebesar 0,09% ke level 6.334 pada Rabu (22/7/2026) akibat tekanan jual di sejumlah sektor utama.

Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia, pergerakan pasar hari ini mencatat total nilai transaksi mencapai Rp 18,55 triliun dengan volume perdagangan sebesar 46,42 miliar saham.

Frekuensi transaksi yang tercatat di bursa mencapai 2,73 juta kali dengan total kapitalisasi pasar IHSG yang kini berada di angka Rp 11.092 triliun.

Secara keseluruhan, terdapat 272 saham yang mencatatkan penguatan, sementara 340 saham mengalami koreksi dan 184 saham lainnya ditutup stagnan.

Sektor transportasi menjadi penekan utama indeks dengan mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,73% di antara tujuh sektor lain yang masih menunjukkan performa positif.

Saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) menjadi salah satu emiten di sektor tersebut yang terkoreksi signifikan sebesar 6,06% menuju level Rp 620.

Indeks LQ45 yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar turut melemah sebesar 0,64% seiring dengan aksi jual pada beberapa saham unggulan.

Saham PT Amman Mineral Interasional Tbk (AMMN) tergelincir 3,26% ke level Rp 4.150, disusul oleh PT United Tractors Tbk (UNTR) yang turun 2,11% ke harga Rp 25.550.

Emiten PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga tidak luput dari tekanan dengan koreksi sebesar 2,04% ke posisi Rp 720 per lembar saham.

Di pasar Asia, pergerakan bursa saham terpantau bervariasi dengan indeks Shanghai Composite tumbuh 0,07% dan Straits Times mencatatkan kenaikan sebesar 1,24%.

Di sisi lain, indeks Nikkei mengalami pelemahan sebesar 0,18% dan indeks Hang Seng terkoreksi lebih dalam sebesar 0,95% pada penutupan perdagangan regional.

Jajaran saham yang masuk dalam kategori top gainers dipimpin oleh PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) dengan kenaikan 34% ke level Rp 67.

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencatatkan kenaikan 25% ke harga Rp 104, diikuti PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang menguat 26,83% ke Rp 104.

Sementara itu, saham yang masuk dalam jajaran top losers adalah PT MD Entertainment Tbk (FILM) yang turun 9,13% ke Rp 1.195.

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mencatatkan penurunan sebesar 5,94% ke level Rp 950.

PT RMK Energy Tbk (RMKE) melengkapi daftar emiten dengan koreksi sebesar 4,15% ke level Rp 416.

Analisis pasar menunjukkan bahwa dominasi saham yang terkoreksi dibandingkan saham yang menguat menjadi faktor utama yang menghambat laju indeks dalam sesi perdagangan hari ini.

Para pelaku pasar kini tengah mencermati sentimen global serta kebijakan moneter yang memengaruhi volatilitas di bursa domestik maupun regional.