FeedSportFenezeeaSehat

Duh, Ada Beberapa Masalah Kesehatan yang Mengintai Pro Player

484
×

Duh, Ada Beberapa Masalah Kesehatan yang Mengintai Pro Player

Sebarkan artikel ini
Popularitas esports
Ilustrsai Atlet Esports Sedang Bertanding (Foto: The Esports Observer)

FENESIA – Semakin hari popularitas esport semakin meningkat meskipun seluruh negara masih diterpa pandemi seperti sekarang.

Antusiasme para pemain maupun penonton yang selalu mengikuti jalannya pertandingan dan tim kesayangan mereka bertanding menjadi warna tersendiri bagi industri ini.

Tetapi, bayang-bayang masalah kesehatan masih terus mengintai para atlet esport. Bila tak berhati-hati, bisa berakibat fatal bagi masa depannya.

Menjadi pro player memang tidaklah mudah. Jam latihan yang panjang dan keharusan untuk terus menatap layar adalah beberapa masalah yang mungkin terlihat di permukaan. Berikut masalah kesehatan yang mengintai pro player dan patut diwaspadai.

Burnout Syndrome

Popularitas esports
Ilustrasi Orang yang Mengalami Burnout (Foto: InLoox)

Burnout bisa dibilang bukan hal baru untuk pekerja yang bekerja tanpa henti dengan beban kerja yang berat. Tetapi, burnout juga bisa dialami para pro player jika tidak berhati-hati. Burnout bukan penyakit fisik, namun penyakit mental. Meski begitu, kesehatan juga perlu diperhatikan karena jadwal latihan yang panjang dan berat bisa jadi pemicu stres dan depresi. Belum lagi, keharusan untuk memenangi kompetisi juga bisa jadi beban dan menimbulkan gangguan kecemasan yang berlebihan.

Pro player sangat memerlukan mental yang sehat karena mereka harus fokus bertanding dan menjalankan strategi yang sudah dilatih sebelumnya. Maka dari itu, penting untuk mengambil jeda sejenak di tengah jadwal yang padat dan melakukan hal lain selain bermain game.

Mata Rabun

Popularitas esports
Ilustrasi Orang yang Mengalami Mata Rabun (Foto: alodokter.com)

Mengutip dari DetikINET, Dr Hallie Zwibel, direktur kedokteran olahraga di New York Institute of Technology College of Osteopathic Medicine yang juga menjadi pengawas di NYIT’s Center for eSports Medicine, merilis hasil penelitiannya dalam The Journal of the American Osteopathic Association. Dalam penelitian tersebut, ia mengatakan ada 56% atlet esports yang mengalami mata lelah, 42% melaporkan nyeri leher dan punggung, 36% nyeri pergelangan tangan, dan 32% nyeri tangan. Berdasarkan data tersebut, masalah kesehatan mata adalah yang paling banyak dialami atlet esports, paling tidak di Amerika Serikat.

Sebagai pro player, menatap layar komputer atau handphone merupakan kegiatan yang biasa. Kegiatan ini dapat berlangsung secara intens selama 3-10 jam per hari. Karena itu, penting untuk melatih gerakan mata sesekali di tengah latihan dan melepaskan pandangan dari layar sementara waktu.

Pneumotoraks

Popularitas esports
Ilustrasi Mengalami Pneumotoraks (Foto: Halodoc.com)

Penyakit satu ini jarang menerpa para pro player, namun sangat mungkin terjadi bila posisi duduk yang salah dan gaya hidup yang tak sehat. Bukan rahasia lagi bahwa banyak gamers yang tak memperhatikan posisi duduk mereka saat serius bermain. Mereka mungkin saja bisa jadi bungkuk dan kurang bergerak. Apalagi, kondisi ini berlangsung secara terus menerus.

Dilansir dari Channel News Asia, Roman Dvoryankin, manajer umum Virtus.pro, mengatakan bahwa banyak gamer yang kurang menghargai betapa pentingnya makan dengan baik, berolahraga, dan duduk dengan benar saat bermain.

“Semua tim pro berusaha mendidik para pemain untuk istirahat, berolahraga, melakukan peregangan dengan benar,” ungkapnya.

Peregangan, olahraga dan istirahat yang cukup memang sering kali dilupakan oleh para gamer, termasuk pro player. Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga kondisi tubuh dengan berolahraga setiap hari.