Berita

TNI Konfirmasi: Satu Prajurit Gugur Akibat Serangan OPM di Bintuni

93
×

TNI Konfirmasi: Satu Prajurit Gugur Akibat Serangan OPM di Bintuni

Sebarkan artikel ini
f644e820d52413fe51aeb9df4f5dd4ac.jpg
f644e820d52413fe51aeb9df4f5dd4ac.jpg

Teluk Bintuni – Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur dalam serangan Kelompok Separatis Teroris (KST) TPNPB/OPM Kodap IV Sorong Raya di Pos Moyeba Satgas Yonif 410/Alugoro, Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Sabtu, 11 Oktober 2025.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Infanteri Justianus Daniel Manalu, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, serangan terjadi sekitar pukul 13.30 WIT saat tim Satgas tengah melaksanakan kegiatan anjangsana di Kampung Moyeba.

“Benar, telah terjadi penyerangan dan penembakan oleh TPNPB/OPM Kodap IV Sorong Raya pimpinan Demi Moss terhadap Tim Anjangsana Pos Moyeba Satgas Yonif 410/Alugoro,” kata Manalu dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 12 Oktober 2025.

Prajurit yang gugur dalam serangan itu adalah Prajurit Kepala (Praka) Amin Nurohman. Selain menewaskan Praka Amin, TPNPB juga merampas satu pucuk senjata laras panjang milik korban. Jenazah Praka Amin telah dievakuasi ke kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah.

Manalu mengecam keras aksi tersebut, menyebutnya sebagai bentuk kekejaman kelompok bersenjata terhadap aparat keamanan dan masyarakat. “Hal ini merupakan bentuk kekejaman dan kekejian yang kerap dilakukan oleh TPNPB OPM Kodap IV Sorong Raya terhadap TNI, Polri maupun masyarakat umum,” ujarnya.

Kodam XVIII/Kasuari berkomitmen akan mengejar dan menangkap pelaku penembakan. “Kodam XVIII/Ksr berkomitmen akan mengejar dan menangkap pelaku penembakan yang dilakukan TPNPB/OPM Kodap IV Sorong Raya,” tegas Manalu.

Sementara itu, Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Ia menyebut kelompoknya berhasil menewaskan satu aparat dan melukai tiga lainnya.

Menurut Sebby, serangan dipimpin oleh Mayor Manfred Fatem dan berlangsung di wilayah pegunungan Moskona. “Pasukan TPNPB telah berhasil eksekusi mati satu aparat militer Indonesia serta menembak tiga orang aparat lainnya hingga kritis, dan merampas satu senjata laras panjang kaki dua dengan teleskop,” kata Sebby, Ahad, 12 Oktober 2025.