Showbiz

Polemik Pestapora: Lebih dari 30 Musisi Mengundurkan Diri, Kiki Ucup Minta Maaf

109
×

Polemik Pestapora: Lebih dari 30 Musisi Mengundurkan Diri, Kiki Ucup Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
67557ff6eb63045844cbb1d1259eaa1d.jpg
67557ff6eb63045844cbb1d1259eaa1d.jpg

Jakarta – Festival musik Pestapora 2025 menghadapi gejolak besar setelah lebih dari 30 musisi memutuskan mundur dari jadwal penampilan mereka. Keputusan drastis ini dipicu oleh keterlibatan perusahaan tambang PT Freeport Indonesia sebagai sponsor, memicu gelombang protes kuat dari para seniman.

Direktur Festival Pestapora, Kiki Aulia Ucup, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas kelalaian pihaknya. Ia menegaskan telah memutus kontrak sponsor dengan PT Freeport Indonesia dan memastikan tidak ada sepeser pun dana yang diterima festival dari perusahaan tambang tersebut.

“Saya sekali lagi meminta maaf atas kelalaian kami dalam menempuh langkah untuk bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia,” kata Ucup melalui akun resmi Pestapora pada Sabtu (6/9/2025). Ia menambahkan, Freeport tidak akan hadir lagi dalam penyelenggaraan hari kedua dan ketiga, serta segala implikasinya menjadi tanggung jawab penuh Pestapora 2025.

Musisi Farid Stevy (FSTVLST) mengapresiasi langkah Pestapora mengeluarkan Freeport, namun ia juga menyoroti tekanan besar yang dialami semua pihak. “Mereka mendengar kita semuanya, mereka mengambil keputusan seperti yang kita desak adalah tendang Freeport dari Pestapora. Dan mereka lakukan,” ujar Farid.

Farid menyebut keputusan ini memiliki konsekuensi besar, bahkan menyamakannya dengan level kesulitan yang “sudah di level penjara”. Ia mengakui tantangan ini tidak hanya membebani musisi, tetapi juga penyelenggara, menciptakan momen ketegangan yang penuh makna.

Farid juga mengungkapkan adanya inisiatif diskusi antar musisi yang digelar di Earhouse, milik Endah dan Rhesa. Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah musisi ternama seperti Iga Massardi, Hindia, dan .Feast untuk membahas langkah bersama.

“Dalam kurun waktu semalam, teman-teman musisi berdiskusi. Kami berupaya untuk mencari solusi atas ini. Kita berkumpul di Earhouse tempatnya Mbak Endah,” jelas Farid. Diskusi tersebut menghasilkan desakan kuat agar Freeport dikeluarkan dari platform festival, yang akhirnya direspons oleh penyelenggara.

Menurut Farid, meskipun beberapa memilih mundur, setiap band atau entitas memiliki hak atas keputusannya masing-masing, dengan mengedepankan kebebasan berekspresi.

Keputusan mundur ini bukan sekadar simbolis; lebih dari 30 musisi dan band menarik nama mereka dari daftar penampil festival. Langkah ini menunjukkan respons luas dari berbagai genre dan latar belakang terhadap kontroversi yang ada.

Beberapa nama yang paling mencuat di antaranya Hindia, .Feast, The Panturas, Sukatani, Banda Neira, dan Petra Sihombing.

Daftar lengkap musisi yang mundur meliputi Leipzig, Durga, Xin Lie; Kelelawar Malam, Negatifa, Rebellion Rose, Rekah, Ornament, The Jeblogs, Rrag, Pelteras, Kenya, Swellow, Navicula, The Cottons, Tarrkam, Centra HC, Keep It Real; Bilal Indrajaya, Skandal, Reruntuh, Cloudburst, Filler, Tribute to Barefood, White Chorus, Morad, Poris, Toxicdev, dan Testpack.

Beberapa di antaranya memilih cara berbeda, seperti Rebellion Rose yang mengembalikan honor dan menggelar orasi alih-alih tampil di panggung Pestapora.

Namun, tidak semua musisi menarik diri. Beberapa nama besar memilih tetap tampil di Pestapora, antara lain Kunto Aji, Barasuara, Slank, Sal Priadi, Nadin Amizah, dan Sheila On 7.

Mereka memilih untuk menyuarakan keprihatinan terhadap isu lingkungan dan sikap pemerintah di tengah kondisi Indonesia melalui panggung festival tersebut.