FENESIA – Ajang penghargaan ini tidak sama dengan Nobel Prize yang digagas Alfred Nobel, penemu dan ilmuwan asal Swedia, sebagai bentuk apresiasi terhadap kemajuan akademis, budaya maupun sains di berbagai bidang. Sejumlah penelitian ilmiah unik dari berbagai penjuru dunia bersaing untuk memperebutkan Ig Nobel Prize.
Lantas, apa itu Ig Nobel Prize?
Ig Nobel Prize adalah acara tahunan untuk menghormati mengapresiasi sains atau penemuan aneh dalam berbagai disiplin ilmu, dilansir dari Live Science.
Bisa dibilang, Ig Nobel Prize adalah bentuk ‘plesetan’ dari Nobel Prize, namun penelitian yang diapresiasi tetap berdasarkan pada bukti ilmiah.
Uniknya, hadiah yang akan diterima setiap pemenang yakni uang sebesar 10 triliun dolar Zimbabwe dan penghargaan berupa trofi, dikutip dari ABC.
Nah, berikut ini daftar sejumlah penemuan sains dan studi unik yang memenangi Ig Nobel Prize :
1. Buaya diberi gas helium

Ig Nobel Prize diberikan pada studi ilmiah unik tentang buaya. Untuk melihat pengaruh kegeraman buaya, peneliti memberikan gas helium dengan teori, jika buaya membunyikan pita suara untuk mengeluarkan bunyi, nada geram akan terdengar semakin tinggi.
Suara bergerak lebih cepat melalui helium, yang mendorong frekuensi suara lebih tinggi.
“Sama seperti kita menarik napas dalam-dalam dari balon helium dan suara kita terdengar seperti Mickey Mouse,” kata peneliti Mark Robertson dari St Augustine Alligator Farm Zoological Park, Florida.
2. Alis tebal dan narsistik seseorang

Studi unik ini dilakukan oleh sejumlah psikolog Kanada yang mengembangkan penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa ketebalan alis dapat menunjukkan sifat narsis pada seseorang.
Peneliti memfokuskan pada ketebalan alis yang diyakini bahwa pemilik alis tebal dan gelap bisa dipastikan orang tersebut adalah orang narsis.
Berdasarkan penelitian, para responden yang diteliti menjawab, “Saya memiliki bakat alami untuk memengaruhi orang, saya terlahir sebagai pemimpin”, dan lain sebagainya.
Hasil penelitian yang melibatkan ratusan responden tersebut telah diterbitkan dalam Journal of Personality pada tahun lalu.
“Penelitian ini berbasis data. Tapi dalam kehidupan sehari-hari kita tidak menilai orang hanya berdasarkan alis mereka,” ungkap peneliti Dr Miranda Giacomin dari Universitas MacEwan.
3. Pola getaran pada cacing

Penemuan ilmiah aneh dan unik lainnya yang juga memenangkan penghargaan tersebut yakni studi pola getaran cacing yang ditemukan fisikawan asal Australia, Ivan Maksymov dan pakar matematika terapan, Andriy Pototsky, dari Institut Teknologi Swinburne di Melbourne.
Studi ini berawal dari rasa penasaran seorang fisikawan, yang saat itu Dr Maksymov menemukan beberapa ekor cacing saat berkebun di rumahnya di kota Seymour, Victoria.
Saat itu dia memikirkan beberapa penelitian yang menunjukkan getaran dari tetesan air kadang-kadang bisa memanjang dan terlihat seperti cacing. Dr Maksymov berpikir apa yang terjadi jika dia menggetarkan cacing, hewan yang memiliki banyak air dalam tubuhnya.
Dr Maksymov kemudian meletakkan beberapa cacing di atas pengeras suara bass selama 30 detik dan menemukan versi getar pola Faraday yang sama muncul di permukaan tubuh mereka.
“Memang lucu tapi ini sains yang cukup serius,” kata Dr Maksymov yang telah mempublikasikan temuannya dalam Nature Scientific Reports awal tahun ini.
Studi unik penerima Hadiah Nobel Ig ini, menambah pengetahuan soal bagaimana impuls saraf bergerak ke seluruh tubuh dan bisa bermanfaat untuk pengembangkan robot yang meniru gerakan cacing.
4. Pisau dari kotoran manusia

Penelitian unik lainnya yang memenangi penghargaan ini yakni penemuan pisau yang dibuat dari kotoran manusia yang dibekukan.
Para peneliti ingin membuktikan catatan antropologis dari seorang pria suku Inuit, yang terdampar di es Arktik tanpa peralatan.
Konon, pria tersebut membuat pisau dari dari kotoran yang sudah membeku. Akan tetapi, penelitian ini malah menunjukkan pisau semacam itu sama sekali tidak bisa digunakan.
Dalam studi itu diungkapkan bahwa cerita tentang pria tersebut sejak dipublikasikan, telah banyak disinggung dalam dokumenter, buku dan website.
“Meskipun banyak penelitian menunjukkan para pemburu memiliki banyak akal secara teknologi, inovasi yang cerdas. Kami menyarankan agar cerita etnografis tentang pria Inuit ini jangan dipakai untuk mendukung narasi tersebut,” tulis peneliti.
Acara penghargaan Ig Nobel Prize ini telah diselenggarakan sejak tahun 1991 oleh majalah Annals of Improbable Research (AIR) dan didukung oleh Harvard-Radcliffe Society of Physics Students dan Harvard-Radcliffe Science Fiction Association.
Selamat membaca feeners!!







