FENESIA – Ada banyak misteri alam semesta yang berpotensi meraih penghargaan ini, jika berhasil terpecahkan. Nah, Nobel Prize adalah suatu acara penghargaan yang diberikan kepada mereka yang telah memberikan manfaat besar bagi umat manusia.
Perlu diketahui, terdapat berbagai Nobel diantaranya bidang fisika, kimia, fisiologi atau kedokteran, sastra dan perdamaian yang ada sejak 1901, dan ilmu ekonomi sejak 1968.
Namun, dari tahun 1901 sampai sekarang belum ada satupun ilmuwan Indonesia yang meraih Nobel.
Hal demikian, bukan berarti menutup peluang ke depannya untuk generasi penerus mendapatkan Nobel dan mengharumkan nama Indonesia.
Jika kita berbicara tentang Nobel Prize, salah satu yang bisa kita angkat adalah Nobel Fisika. Nobel ini sudah dianugerahkan kepada 215 orang ilmuwan fisika di dunia.
Suharyo berpendapat bahwa, banyak generasi muda terlalu over-learning, mencoba menguasai pengetahuan yang terlalu luas, namun kurang atau tidak pernah menanyakan atau mencari apa yang belum diketahui.
“Ke depannya, Indonesia jugaa masih punya peluang yang bisa digunakan oleh para generasi muda Indonesia asalkan generasi muda memperbanyak questioning over learning,” ungkap Suharyo Sumowidagdo, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
“Padahal, kemajuan ilmu pengetahuan berawal dari membuat pertanyaan dan menemukan jawabannya pertama kali,” lanjut Suharyo.
Lebih lanjut, keterampilan juga salah satu hal yang diperlukan untuk menjadi orang yang pertama kali menemukan jawaban atas sebuah penelitian.
Nah, maka dari itu Suharyo memaparkan sisi gelap alam semesta yang bisa berpotensi untuk diteliti lebih jauh dan ditemukan kebenarannya menjadi sebuah penemuan yang sangat bagus untuk dapat bersaing di Nobel prize, Yuk simak feeners.
1.Dark Energy

Dark Energy sendiri adalah energi yang terkandung dalam ruang vakum dan fluktuasi pada skala kuantum, dark energy ini lebih misterius dari dark matter atau materi gelap.
Efeknya terdeteksi, namun sama seperti Dark Matter, belum ada teori yang telah teruji dan terverifikasi dan tidak ada eksperimen yang mendeteksi langsung.
“Kenapa ini menjadi pertanyaan besar, karena ternyata sifat alam semesta tergantung dari itu semua. Kalo dark energy itu lebih dikit atau kurang dikit, alam semesta itu bisa open terbuka dan mengalami ekspansi terus,” jelas Suharyo.
2.Dark Matter

Seperti yang kita tahu, bumi mengelilingi matahari selama satu tahun. Namun ternyata, kecepatan bumi mengelilingi matahari tergantung dengan massa matahari. Kalau matahari lebih berat, maka bumi juga akan lebih cepat mengorbit matahari.
Sekitar tahun 1960-an atau 1970-an, orang melihat bahwa fenomena kecepatan rotasi pada planet dan matahari itu juga berpengaruh pada seluruh galaxy termasuk bintang-bintang yang jauh.
Di sini orang melihat, kecepatan rotasi galaxy berputar itu lebih cepat daripada seharusnya dalam massa terentu. Di situ, ada materi gelap yang memiliki berat tapi tidak terdeteksi, nah itulah yang di sebut dark matter.
Jadi, belum ada teori yang menjelaskan apa materi ini dan belum ada eksperimen yang dapat mendeteksi.
3. Neutrino

Neutrino adalah salah satu topik misteri alam semesta yang pernah mendapatkan 2 Nobel Prize di tahun 2002 dan 2015. Neutrino di diketahui bermassa, namun tidak ada teori yang sudah teruji eksperimen dapat mejelaskan kenapa neutrino bermassa.
Massa Neutrino juga belum dapat diukur langsung, saat ini yang dapat diukur adalah selisih dari kuadrat massa.
Sampai saat ini, belum ada yang dapat membuktikan hal ini secara langsung dalam sebuah eksperimen.
Gimana feners tertarik tidak menjadi salah satu peneliti??? Itulah beberapa misteri atau sisi gelap alam semesta dari segi fisika yang bisa dibahas dan memiliki Nobel Worthy untuk dicoba dan dilakukan eksperimennya.







