Berita

BMKG Minta Warga Waspadai Ancaman Cuaca Ekstrem Awan Cumulonimbus Sepekan

13
×

BMKG Minta Warga Waspadai Ancaman Cuaca Ekstrem Awan Cumulonimbus Sepekan

Sebarkan artikel ini
awan-cumulonimbus-potensi-muncul-sepekan-ke-depan,-awas-cuaca-ekstrem
awan cumulonimbus potensi muncul sepekan ke depan, awas cuaca ekstrem

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi munculnya awan Cumulonimbus (CB) di berbagai wilayah Indonesia. Fenomena ini diprediksi terjadi pada periode 21 hingga 27 Mei 2026 dan berisiko memicu cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, kilat, angin kencang, hingga puting beliung.

BMKG memetakan potensi awan CB dengan cakupan spasial lebih dari 75 persen atau kategori frequent di sejumlah titik, yakni Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Papua, serta Selat Malaka bagian utara.

Sementara itu, wilayah dengan potensi cakupan awan antara 50-75 persen atau bersifat occasional tersebar luas dari Aceh hingga Papua. Sejumlah daerah yang masuk dalam kategori ini meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jambi, Kalimantan Barat, hingga Maluku Utara.

Cakupan serupa juga berpotensi terjadi di Aceh, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Lampung, serta perairan seperti Laut Arafuru, Laut Banda, Laut Jawa, Laut Natuna Utara, Laut Seram, Laut Sulawesi, dan Laut Sumbawa.

Potensi tersebut turut mencakup wilayah Maluku, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Teluk Bone, serta berbagai titik di Samudra Hindia dan Selat Makassar.

Prakirawan cuaca BMKG, Muhammad Hakiki, menjelaskan bahwa pembentukan awan CB melibatkan mekanisme yang kompleks, termasuk pergerakan vertikal dan proses pembentukan es di atmosfer.

“Perbedaan muatan listrik di dalam sistem pembentukan Awan Cumulonimbus pun dapat menyebabkan terjadinya kilatan petir,” ujar Hakiki.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Menurutnya, awan Cumulonimbus kerap diasosiasikan dengan hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilatan petir, angin kencang, hingga hujan es.

“Namun, fenomena awan CB adalah sesuatu yang normal, warga tidak perlu takut dan khawatir namun tetap waspada,” pungkasnya.