Ecozone

Saham MYOR Beri Dividen dengan Yield Dua Kali Bunga Deposito

14
×

Saham MYOR Beri Dividen dengan Yield Dua Kali Bunga Deposito

Sebarkan artikel ini
25e9f746f9e1101d45f494af0ae2853f.jpg
25e9f746f9e1101d45f494af0ae2853f.jpg

Jakarta – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp60 per saham bagi para pemegang sahamnya. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Kamis (4/6/2026), sebagai bentuk apresiasi perusahaan atas kinerja sepanjang tahun buku 2025.

Nilai dividen kali ini tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp55 per saham. Dengan besaran tersebut, dividen yield saham MYOR mencapai angka 5,88%, yang berarti lebih dari dua kali lipat rata-rata suku bunga deposito perbankan saat ini di kisaran 2%.

Kebijakan pembagian dividen ini menjadi angin segar bagi investor di tengah fluktuasi harga saham MYOR sepanjang tahun 2026. Hingga penutupan perdagangan Kamis (5/6/2026), harga saham produsen Kopiko ini berada di level Rp1.760. Meski sempat menguat 10 poin secara harian, harga saham perusahaan masih terkoreksi 19,27% jika dihitung secara year-to-date (YtD).

Direktur Umum dan Operasional Mayora Indah, Wardhana Atmadja, menjelaskan bahwa perusahaan berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp38,68 triliun sepanjang 2025, naik dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp36,07 triliun. Pertumbuhan ini diraih di tengah tantangan lonjakan biaya produksi akibat kenaikan harga komoditas kopi dan kakao.

Untuk menjaga margin keuntungan, perseroan terus melakukan langkah efisiensi operasional dan inovasi produk. Wardhana optimistis tren penurunan harga bahan baku kopi dan cokelat belakangan ini akan menjadi sentimen positif bagi kinerja keuangan perusahaan ke depan.

“Harga kopi dan cokelat yang sudah mulai menurun memberikan harapan adanya peningkatan margin pada 2026,” ujar Wardhana dalam paparan publik.

Menatap tahun 2026, manajemen Mayora memasang target kinerja yang cukup agresif. Perusahaan menargetkan penjualan dapat tumbuh 8,2% menjadi Rp41,85 triliun. Sementara itu, laba bersih diproyeksikan meningkat sebesar 17,3% atau mencapai Rp3,41 triliun.

Optimisme ini didukung oleh strategi efisiensi berkelanjutan dan pengembangan pasar, baik di dalam negeri maupun ekspor. Dengan kombinasi dividen yang atraktif dan target pertumbuhan laba yang signifikan, saham MYOR diproyeksikan tetap menjadi pilihan menarik bagi investor di sektor konsumer.

490425897af7e3a08843fdec30127908.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kabar gembira bagi para pemegang saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Emiten di sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) ini akan membagikan dividen final sebesar Rp 114 per saham, atau setara total Rp 4.329.860.596.200 (Rp 4,33 triliun). Pembayaran dividen final akan didistribusikan kepada para pemegang saham yang berhak pada tanggal 30 Juni 2026 mendatang. Asal tahu saja, sebelumnya UNVR telah menebarkan dividen…

c2bbe34d0253ad90d4901d0d85d8182e.jpg
Ecozone

Fenesia – NEW YORK. Wall Street menguat karena kemajuan menuju pengakhiran perang Iran meningkatkan sentimen investor, sementara hasil yang mengecewakan dari Broadcom memicu aksi jual saham chip yang menarik indeks Nasdaq untuk melemah. Kamis (4/6/2026), Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 874,86 poin atau 1,73% menjadi 51.561,93, indeks S&P 500 menguat 30,63 poin atau 0,41% ke 7.584,31 dan indeks Nasdaq Composite melemah 23,02…

446b0adeec150b3f3584f02bedaefa3b.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi tajam pada perdagangan hari Kamis (4/6/2026) seturut dengan pelemahan rupiah. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 1,70% atau terpangkas 101,28 poin ke level 5.839,78 pada penutupan perdagangan. Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona merah dengan level terendah 5.644 dan level tertinggi 5.924. Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Selasa…

450efe4b228693bd47da370d237f61fc.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Sejumlah emiten BUMN Karya tampak berbenah kala hilal merger perusahaan pelat merah mulai terlihat. Terbaru, Danantara kini memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memperjelas hubungan kelembagaan dengan regulator BUMN, serta membuka peluang pembentukan lebih dari satu holding investasi maupun holding operasional. Hal itu kini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19…