Ecozone

Wall Street Menguat: Dow Jones Cetak Rekor, Nasdaq Tertekan Saham Chip

10
×

Wall Street Menguat: Dow Jones Cetak Rekor, Nasdaq Tertekan Saham Chip

Sebarkan artikel ini
c2bbe34d0253ad90d4901d0d85d8182e.jpg
c2bbe34d0253ad90d4901d0d85d8182e.jpg

New York – Optimisme pasar terkait potensi berakhirnya konflik di Iran berhasil mendorong Wall Street ke zona hijau, meskipun kinerja mengecewakan dari emiten chip, Broadcom, menekan laju indeks Nasdaq.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat signifikan sebesar 874,86 poin atau 1,73% ke level 51.561,93 pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Indeks S&P 500 juga mencatatkan kenaikan 30,63 poin atau 0,41% menjadi 7.584,31. Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite terkoreksi tipis 23,02 poin atau 0,09% ke level 26.830,96.

Lonjakan pada Dow Jones didorong kuat oleh performa impresif sektor kesehatan dan keuangan. Sektor kesehatan mendapatkan momentum setelah saham UnitedHealth melesat 5,2% pasca peningkatan peringkat oleh Bank of America. Sementara itu, sektor keuangan berhasil pulih dari tekanan aksi jual pada sesi sebelumnya, dengan saham Blackstone melonjak 7,5% di tengah dinamika pasar kredit swasta.

Sentimen positif di Wall Street dipicu oleh langkah Dewan Perwakilan Rakyat AS yang berupaya menghentikan keterlibatan militer terhadap Iran, serta harapan akan kesepakatan damai di kawasan Timur Tengah. Hal ini juga berdampak pada penurunan harga minyak mentah dunia karena ekspektasi normalisasi jalur perdagangan di Selat Hormuz.

Di sisi lain, sektor teknologi mengalami tekanan akibat anjloknya saham Broadcom sebesar 12,6% setelah laporan pendapatan perusahaan meleset dari ekspektasi pasar. Kondisi ini memicu aksi jual pada sejumlah saham produsen chip lainnya, seperti Advanced Micro Devices, Micron Technology, dan Qualcomm yang turun antara 2,6% hingga 7,7%.

Paul Nolte, penasihat kekayaan senior di Murphy & Sylvest, menilai bahwa investor saat ini tengah melakukan penyesuaian harga terhadap saham-saham sektor chip. Ia menyatakan bahwa meski terjadi koreksi, keyakinan investor terhadap potensi jangka panjang industri semikonduktor masih terjaga.

Data ekonomi AS yang dirilis menunjukkan adanya tantangan baru. Klaim pengangguran awal meningkat 6,1%, sementara produktivitas kuartal pertama direvisi lebih rendah. Selain itu, laporan dari Challenger, Gray and Christmas mencatat lonjakan PHK di perusahaan AS sebesar 11% pada Mei, dengan hampir 40% pemutusan hubungan kerja tersebut dipicu oleh otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI).

Di tengah dinamika pasar tersebut, perhatian investor juga mulai tertuju pada rencana penawaran umum perdana (IPO) SpaceX milik Elon Musk. Perusahaan tersebut tengah melakukan tur investor menjelang debut pasarnya pada 12 Juni dengan target valuasi mencapai US$ 1,75 triliun.

490425897af7e3a08843fdec30127908.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kabar gembira bagi para pemegang saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Emiten di sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) ini akan membagikan dividen final sebesar Rp 114 per saham, atau setara total Rp 4.329.860.596.200 (Rp 4,33 triliun). Pembayaran dividen final akan didistribusikan kepada para pemegang saham yang berhak pada tanggal 30 Juni 2026 mendatang. Asal tahu saja, sebelumnya UNVR telah menebarkan dividen…

446b0adeec150b3f3584f02bedaefa3b.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi tajam pada perdagangan hari Kamis (4/6/2026) seturut dengan pelemahan rupiah. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 1,70% atau terpangkas 101,28 poin ke level 5.839,78 pada penutupan perdagangan. Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona merah dengan level terendah 5.644 dan level tertinggi 5.924. Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Selasa…

450efe4b228693bd47da370d237f61fc.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Sejumlah emiten BUMN Karya tampak berbenah kala hilal merger perusahaan pelat merah mulai terlihat. Terbaru, Danantara kini memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memperjelas hubungan kelembagaan dengan regulator BUMN, serta membuka peluang pembentukan lebih dari satu holding investasi maupun holding operasional. Hal itu kini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19…