Ecozone

IHSG Berpotensi Koreksi, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis Awal Juni

16
×

IHSG Berpotensi Koreksi, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis Awal Juni

Sebarkan artikel ini
7aa57aaa6c45db8706865aeb132f0d77.jpg
7aa57aaa6c45db8706865aeb132f0d77.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (29/5/2026), dengan pelemahan sebesar 0,56 persen ke level 6.127,38. Koreksi ini mencerminkan sikap kehati-hatian investor dalam merespons berbagai sentimen negatif, baik dari domestik maupun global.

Analis memandang pergerakan indeks sepanjang pekan ini tertekan oleh beberapa faktor utama, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.881 per dolar AS hingga aksi rebalancing indeks MSCI yang memicu tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa kombinasi sentimen tersebut membuat pasar sulit bergerak ke zona hijau. Selain itu, investor juga terus memantau perkembangan ketegangan geopolitik internasional, khususnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Meski demikian, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai koreksi yang terjadi masih berada dalam batas wajar. Menurutnya, tekanan dari rebalancing MSCI tidak sedalam yang dikhawatirkan karena investor telah melakukan antisipasi sebelumnya.

Optimisme sempat muncul seiring dengan penguatan bursa Asia yang terdorong oleh reli saham teknologi di Wall Street dan penurunan harga minyak mentah. Namun, sentimen positif tersebut belum mampu menopang IHSG melawan arus tekanan jual domestik yang cukup kuat.

Menatap perdagangan pekan depan, Herditya memprediksi IHSG masih berpotensi mengalami koreksi dengan level support di 6.071 dan resistance di 6.262. Pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi krusial, seperti data manufaktur China, laporan tenaga kerja Amerika Serikat, serta inflasi Indonesia.

Sementara itu, Alrich memperkirakan pergerakan IHSG akan cenderung sideways dalam rentang 6.000 hingga 6.300. Berdasarkan indikator teknikal, pasar dinilai belum menunjukkan arah pergerakan yang kuat.

Untuk strategi perdagangan pekan depan, investor dapat mencermati beberapa saham pilihan dengan proyeksi pergerakan sebagai berikut:
DEWA dengan target harga di kisaran Rp 384 hingga Rp 412 per saham.
UNTR dengan proyeksi harga di kisaran Rp 24.225 hingga Rp 25.250 per saham.
UNVR pada rentang harga Rp 1.805 hingga Rp 2.000 per saham.