Ecozone

B-LOG Bagikan Dividen Perdana Rp70,96 Miliar dari Laba Tahun 2025

81
×

B-LOG Bagikan Dividen Perdana Rp70,96 Miliar dari Laba Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
86845db578e99a33c61bba0b63323502.jpg
86845db578e99a33c61bba0b63323502.jpg

Jakarta – PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) resmi membagikan dividen tunai perdana kepada para pemegang saham senilai Rp70,97 miliar. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Selasa (2/6/2026).

Setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp21 per lembar saham. Total dividen ini mencakup 49,1 persen dari perolehan laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp144,46 miliar.

Sisa laba bersih setelah dikurangi dividen dan dana cadangan sebesar Rp1 miliar akan dialokasikan sebagai laba ditahan. Dana tersebut difokuskan untuk memperkuat modal kerja serta mendukung keberlanjutan ekspansi bisnis perusahaan ke depan.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Trimitra Trans Persada, Wanny Wijaya, mengungkapkan bahwa apresiasi ini merupakan bentuk komitmen perseroan kepada para investor atas kinerja positif sepanjang 2025. Perusahaan mencatatkan pendapatan konsolidasian sebesar Rp1,33 triliun atau tumbuh 23 persen, sementara laba bersih melonjak 29 persen secara tahunan.

Capaian tersebut didorong oleh penguatan layanan logistik dan pergudangan yang kini mengoperasikan lebih dari 3.400 armada serta 15 jaringan gudang di seluruh Indonesia.

Dalam agenda RUPST yang sama, manajemen juga mengonfirmasi bahwa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp138,23 miliar telah terserap seluruhnya. Dana tersebut telah direalisasikan untuk membangun gudang pendingin (cold chain) di Tangerang, Pontianak, dan Makassar, serta pengadaan armada kendaraan truk.

Ke depan, emiten logistik ini berkomitmen memperkuat layanan pihak ketiga (3PL) melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Fokus pengembangan layanan cold chain juga akan terus diperluas guna memenuhi kebutuhan distribusi pelanggan yang memerlukan pengendalian suhu secara ketat.

Investor yang berhak mendapatkan dividen tunai tersebut adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 12 Juni 2026.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

634618d176830b7a58eb2b69659e70a9.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Emiten di sektor jasa pengujian, inspeksi dan sertifikasi (TIC), PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) siap membagikan dividen final tunai senilai Rp 2,31 per lembar saham atau Rp 7,25 miliar. Aksi korporasi ini telah disetujui oleh para pemegang saham dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Kamis (4/6/2026). Kamis (4/6/2026) harga saham MUTU telah naik 3,88% di Rp 107 per saham hingga pukul 13.32 WIB….

29cfb8ab725d86ece3f514a8a80d5fda.jpg
Ecozone

Fenesia-JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR, Kamis (4/6). Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen,…

9e00548db78593c9a7081b648d15cf5b.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) anjlok pada Kamis (4/6/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.759.000. Harga emas Antam itu anjlok Rp 15.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (3/6/2026) yang berada di level Rp 2.774.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.571.000 per gram. Harga…

d97c6d2c4bced7760e0723451e2537b2.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat adanya surat utang milik PT Indosat Tbk (ISAT) yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Surat utang yang dimaksud adalah Obligasi Berkelanjutan I tahap IV tahun 2016 seri E (peringkat idAAA) senilai Rp 201 miliar. Serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I tahap IV tahun 2016 seri D (peringkat idAAA(sy)) senilai Rp 54 miliar. Obligasi dan sukuk tersebut akan jatuh tempo pada 2…