Berita

IHSG Diprediksi Fluktuatif Akhir Mei Akibat Dominasi Sentimen Fundamental

39
×

IHSG Diprediksi Fluktuatif Akhir Mei Akibat Dominasi Sentimen Fundamental

Sebarkan artikel ini
24ac3ed6da45b91b46e8b3a6f0257daf.jpg
24ac3ed6da45b91b46e8b3a6f0257daf.jpg

Jakarta – Menurunnya kepercayaan investor menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Mei 2026. Alih-alih terpengaruh isu teknis seperti rebalancing MSCI, pasar saham dinilai lebih merespons kondisi fundamental ekonomi dalam negeri.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston menyatakan bahwa sentimen rebalancing indeks MSCI di awal Juni kemungkinan besar tidak akan berdampak signifikan. Menurutnya, pelaku pasar telah melakukan penyesuaian (diskon) harga terhadap isu tersebut sejak awal.

Fokus investor saat ini justru tertuju pada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Irwan menyebutkan, pelemahan mata uang domestik di tengah stabilitas mata uang negara lain menjadi indikator nyata memudarnya kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Faktor kepercayaan krusial

Irwan menegaskan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam iklim investasi. Tanpa kepercayaan yang solid, risiko investasi akan meningkat dan membuat instrumen saham menjadi kurang menarik bagi pelaku pasar.

Risiko yang kini dipantau ketat oleh investor tidak sekadar masalah ekonomi makro. Pelaku pasar mulai mencermati berbagai faktor lain, mulai dari stabilitas politik, kepastian hukum, hingga aspek keamanan.

Kini, para investor semakin kritis dalam merespons kebijakan pemerintah. Mereka tidak lagi hanya terpaku pada janji-janji, melainkan menilai keselarasan antara pernyataan pejabat negara dengan tindakan perbaikan nyata di lapangan.

Strategi investasi di tengah volatilitas

IHSG diproyeksikan masih akan terus bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Mengingat kondisi ini, investor diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menentukan posisi di pasar saham.

Bagi investor pemula, disarankan untuk mengambil sikap wait and see sembari menunggu adanya perubahan kondisi yang lebih stabil dan nyata.

Sementara itu, bagi investor yang sudah memiliki portofolio, langkah krusial yang harus dilakukan adalah mengevaluasi fundamental emiten. Pastikan saham yang dipegang memiliki kualitas fundamental yang kuat untuk meminimalisir risiko penurunan nilai.

Langkah penyesuaian portofolio pun terbuka, baik dengan cara mengurangi porsi kepemilikan maupun tetap menahan aset (hold) dengan harapan terjadi pemulihan dalam periode dua hingga tiga bulan ke depan.