Ecozone

IHSG Tertekan, BEI Nyatakan Fundamental Pasar Modal Dalam Kondisi Baik

18
×

IHSG Tertekan, BEI Nyatakan Fundamental Pasar Modal Dalam Kondisi Baik

Sebarkan artikel ini
b52cf73c95980be7dab8c14e2980105d.jpg
b52cf73c95980be7dab8c14e2980105d.jpg

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti solidnya kinerja keuangan emiten di tengah tekanan hebat yang menimpa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski indeks sempat menyentuh level terendah sejak Mei 2021, otoritas bursa menegaskan bahwa fundamental emiten saat ini berada dalam kondisi yang sangat positif.

Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa laporan keuangan akhir tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan laba perusahaan tercatat mencapai lebih dari 21 persen. Bahkan, pada kuartal I 2026, perusahaan dalam kelompok indeks LQ45 mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 29,9 persen.

Jeffrey mencatat sekitar 80 persen dari total perusahaan di bursa berhasil membukukan laba bersih sepanjang kuartal pertama tahun ini. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir, melampaui rata-rata periode 2021-2025 yang berkisar di angka 73 hingga 76 persen.

Terkait merosotnya IHSG yang sempat terjun ke level 5.655 pada Kamis pagi, BEI berkomitmen untuk terus memulihkan kepercayaan investor. Otoritas bursa kini berupaya meningkatkan transparansi, memperluas granularisasi data, serta memberikan keterbukaan informasi mengenai konsentrasi kepemilikan saham.

Di sisi lain, Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai pasar saat ini masih tertekan oleh sentimen negatif. Menurutnya, pelaku pasar cenderung merespons kebijakan pemerintah yang dianggap kurang pro-pasar secara skeptis.

Sejumlah kebijakan yang menjadi sorotan di antaranya penunjukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai eksportir tunggal, aturan baru mengenai devisa hasil ekspor, hingga intervensi penurunan suku bunga kredit menjadi 8 persen. Kebijakan yang bersifat top-down ini dinilai oleh para investor sebagai langkah yang kurang mendukung iklim bisnis nasional.

dcac9f132923876f879b3cae675f2e0f.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Emiten di sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membidik pertumbuhan kinerja yang lebih tinggi hingga akhir tahun 2026 dengan tetap menjaga volume penjualan dan tingkat penetrasi produk. Sayangnya, UNVR tidak membeberkan secara rinci nilai target kinerja keuangan hingga tutup akhir tahun 2026. Yang jelas, UNVR tetap memperkirakan adanya peningkatan margin secara moderat untuk sepanjang…

634618d176830b7a58eb2b69659e70a9.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Emiten di sektor jasa pengujian, inspeksi dan sertifikasi (TIC), PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) siap membagikan dividen final tunai senilai Rp 2,31 per lembar saham atau Rp 7,25 miliar. Aksi korporasi ini telah disetujui oleh para pemegang saham dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Kamis (4/6/2026). Kamis (4/6/2026) harga saham MUTU telah naik 3,88% di Rp 107 per saham hingga pukul 13.32 WIB….

29cfb8ab725d86ece3f514a8a80d5fda.jpg
Ecozone

Fenesia-JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR, Kamis (4/6). Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen,…