Jakarta – PT Indosat Tbk (ISAT) memastikan kesiapan dana untuk melunasi surat utang yang akan jatuh tempo pada 2 September 2026 mendatang. Perusahaan telekomunikasi ini memilih mengandalkan kas internal guna memenuhi kewajiban obligasi dan sukuk tersebut.
Adapun surat utang yang akan segera jatuh tempo meliputi Obligasi Berkelanjutan I tahap IV tahun 2016 seri E senilai Rp 201 miliar dengan peringkat idAAA, serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I tahap IV tahun 2016 seri D senilai Rp 54 miliar yang menyandang peringkat idAAA(sy).
Berdasarkan laporan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Indosat memiliki posisi kas dan setara kas yang cukup kuat, yakni mencapai Rp 5,6 triliun per akhir Maret 2026. Jumlah tersebut dinilai sangat memadai untuk menutupi total kewajiban obligasi dan sukuk yang mencapai Rp 255 miliar.
Selain kas internal, Indosat juga masih memiliki cadangan likuiditas berupa fasilitas kredit yang belum digunakan sebesar Rp 7,8 triliun per akhir Maret 2026. Fasilitas ini menjadi sumber pendanaan alternatif yang dapat dimanfaatkan perusahaan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Analis Pefindo, Ayuningtyas Nur dan Fella Vina, menegaskan bahwa posisi keuangan perusahaan tetap stabil dalam menghadapi tenggat waktu pelunasan surat utang tersebut. Dengan dukungan arus kas yang solid, Indosat dinilai memiliki kemampuan yang sangat baik untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya tepat waktu.







