Ecozone

IHSG Terperosok ke Zona Merah, Saham Bank Jumbo Kompak Melemah

53
×

IHSG Terperosok ke Zona Merah, Saham Bank Jumbo Kompak Melemah

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di layar monitor bursa efek.
IHSG ditutup melemah di zona merah pada perdagangan Kamis (23/7/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,3% atau 19,16 poin ke level 6.315 pada perdagangan Kamis (23/7/2026) setelah sempat mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1,51% ke level 6.430 pada sesi pertama.

Dilansir dari riset Phintraco Sekuritas, pergerakan indeks yang berbalik arah ini mencerminkan adanya keterbatasan ruang penguatan secara teknikal setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.454.

Analis Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa optimisme investor terhadap prospek ekonomi Indonesia yang solid menjadi pendorong utama penguatan IHSG di awal sesi perdagangan.

Indikator Stochastic RSI terpantau membentuk death cross di area overbought, sementara histogram moving average convergence divergence (MACD) berada di zona positif dengan tren yang mulai menyempit.

“Sehingga diperkirakan jika IHSG breakdown dari level MA5 di sekitar 6,279, maka berpotensi uji level support berikutnya di 6.200-6.250,” kata pihak Phintraco Sekuritas.

Sentimen eksternal berupa kenaikan harga minyak mentah WTI dan Brent masing-masing di atas US$ 89 dan US$ 97 per barel akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran turut memicu kehati-hatian investor.

Nilai tukar rupiah di pasar spot tercatat mengalami pelemahan sebesar 0,11% ke level Rp 17.936 per dolar AS pada penutupan sesi hari ini.

Penyebab utama tekanan indeks berasal dari penurunan harga saham sektor keuangan, termasuk BBCA yang anjlok 3,46% ke level 6.275 serta BMRI dan BBNI yang masing-masing terkoreksi.

Sektor industri juga mengalami tekanan dengan saham ASII yang melambat 2,91% ke level Rp 5.000 dan BNBR yang rontok 6,09% ke level Rp 108.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi mencapai 63,15 miliar saham dengan total frekuensi sebanyak 3,18 juta kali.

Kapitalisasi pasar keseluruhan di bursa domestik tercatat berada di posisi Rp 11.085 triliun dengan total nilai transaksi harian mencapai Rp 23,85 triliun.

Kelompok saham LQ45 justru mencatatkan penguatan sebesar 2,24%, didukung oleh dominasi sektor properti yang tumbuh 3,13%.

Saham-saham sektor properti seperti BSDE naik 1,71% ke Rp 595, SMRA tumbuh 1,81% ke Rp 338, dan CBDK bertambah 1,9% ke Rp 3.760.

Saham dengan nilai transaksi tertinggi didominasi oleh BUMI sebesar Rp 2,21 triliun, diikuti TPIA sebesar Rp 1,68 triliun, dan BBCA sebesar Rp 1,31 triliun.

Daftar top gainers hari ini meliputi RLCO yang naik 13,5% ke level 4.540, MLPT naik 9,85% ke level 1.785, serta SINI naik 9,68% ke level 6.800.

Sementara itu, jajaran top losers diisi oleh WMPP yang turun 9,09% ke level 20, WMUU turun 8,33% ke level 55, dan BNBR turun 6,09% ke level 108.