Taipei – Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, tersingkir dari turnamen Taipei Open 2026 setelah menelan kekalahan dua gim langsung dari wakil tuan rumah, Lin Chun Yi, pada babak pertama yang berlangsung Kamis (30/7/2026).
Dilansir dari Fenesia, upaya Anthony Sinisuka Ginting untuk melaju ke babak berikutnya terhenti setelah ia gagal mengatasi tekanan konsisten yang diberikan oleh Lin Chun Yi sepanjang pertandingan.
Pada gim pertama, Anthony Sinisuka Ginting sempat kesulitan mengimbangi ritme permainan hingga tertinggal cukup jauh dengan skor 7-11 saat memasuki jeda interval.
Upaya pengejaran terus dilakukan oleh atlet asal Indonesia tersebut, namun Lin Chun Yi mampu mempertahankan keunggulan untuk mengamankan gim pertama.
Memasuki gim kedua, persaingan poin kembali berlangsung sengit dengan kedua pemain saling berbalas serangan sejak awal laga.
Namun, Anthony Sinisuka Ginting kembali harus mengakui keunggulan Lin Chun Yi saat tertinggal 6-11 menjelang jeda interval gim kedua.
Situasi sempat memanas ketika Anthony Sinisuka Ginting berhasil menipiskan jarak skor menjadi 17-18 di poin-poin akhir.
Kendati demikian, Lin Chun Yi berhasil keluar dari tekanan dan mencetak dua poin beruntun untuk mencapai match point di angka 17-20.
Meskipun Anthony Sinisuka Ginting sempat menambah dua angka, ia akhirnya harus menyerah dengan skor akhir 17-21, 19-21.
Hasil minor ini memastikan langkah Anthony Sinisuka Ginting terhenti lebih awal di ajang Taipei Open 2026.
Nasib serupa juga menimpa wakil Indonesia lainnya di sektor ganda putri, yakni Isyana Syahira Meida dan Rinjani Kwinnara Nastine.
Pasangan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine harus mengakui keunggulan ganda putri Taiwan, Lin Chih-Chun/Yang Chu Yun.
Dalam pertandingan tersebut, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine kalah dalam dua gim langsung dengan skor 11-21, 17-21.
Kekalahan beruntun ini menjadi catatan evaluasi bagi kontingen Indonesia yang berlaga di Taipei Open 2026 minggu ini.
Dominasi pemain tuan rumah memang menjadi tantangan berat bagi para atlet Indonesia yang berupaya menembus babak selanjutnya.
Kondisi lapangan di Taipei yang cukup menantang menuntut adaptasi cepat dari seluruh pemain yang berpartisipasi.
Pihak pelatih diharapkan segera melakukan analisis mendalam terhadap performa para pemain pasca hasil negatif di babak pertama ini.
Turnamen Taipei Open 2026 sendiri masih akan terus berlangsung dengan mempertandingkan sejumlah laga krusial lainnya.
Para pemain Indonesia yang tersisa kini menjadi tumpuan harapan untuk meraih prestasi di kancah internasional tersebut.






