Life

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh Empat Kilometer

46
×

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh Empat Kilometer

Sebarkan artikel ini
07f31319136a5c3201f668450719406f.jpg
07f31319136a5c3201f668450719406f.jpg

Lumajang – Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh 4 kilometer pada Minggu (19/4/2026). Hingga siang hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami erupsi beberapa kali.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, mengungkapkan erupsi pertama terjadi pukul 07.06 WIB dengan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah barat daya.

“Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 4 menit 31 detik. Awan panas guguran meluncur hingga 4 kilometer ke arah Besuk Kobokan,” ujar Mukdas dalam keterangan tertulisnya.

Setelah letusan pertama, aktivitas vulkanik berlanjut pada pukul 07.33 WIB dan 10.15 WIB. Meskipun visual letusan sempat tertutup kabut, seismograf mencatat amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi masing-masing 110 detik dan 165 detik.

Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Pihak otoritas menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap zona larangan yang telah ditetapkan demi keselamatan.

Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga diimbau menjaga jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan untuk menghindari risiko perluasan awan panas dan aliran lahar.

Larangan aktivitas juga berlaku dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena ancaman lontaran batu pijar. Warga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

89cdc83b2ef262c6a983d187cdd9fc78.jpg
Life

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) terus mengalami perlambatan tahun ini. Usai meningkatnya bunga acuan (BI Rate) ke level 5,5%, perlambatan KKB dikhawatirkan akan terus berlanjut. Data Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran KKB pada beberapa bulan terakhir ini masih mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan periode sama di tahun lalu. Misalnya pada April 2026, BI mencatat penyaluran KKB terkontraksi 9%…