ReleaseTechno

Yuk Ingat Lagi ! Operator CDMA yang Pernah Ada di Indonesia

1261
×

Yuk Ingat Lagi ! Operator CDMA yang Pernah Ada di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Operator seluler Indonesia didominasi hanya oleh jaringan GSM, namun masih ingatkah anda jika beberapa tahun lalu ada setidaknya 5 operator CDMA yang beroperasi di Indonesia ? Namun, kemanakah mereka sekarang ? Mari kita bahas !

Tahun 2014, merupakan akhir empat dari lima operator CDMA di Indonesia. Dimana, keempat operator yang mengakhiri layanannya diantaranya Flexi, StarOne, Hepi dan Esia. Namun, tinggal satu yang masih eksis hingga sekarang, Smartfren, tapi nanti kita akan bahas tentang operator yang terkenal dengan produk bundlingnya tersebut.

Flexi

Flexi

Flexi merupakan anak perusahaan dari Telkom Indonesia, dimana untuk provider seluler adalah Telkomsel. Flexi memilih menutup layanan lantaran kalah pamor dari saudaranya, Telkomsel, dimana pelanggan yang terus merosot drastis. Hingga berdampak penutupan dan penjualan sekitar 4.000an BTS milik Telkom Flexi.

Sampai akhir riwayatnya, Flexi mencatatkan sebanyak 11,6 juta pelanggan aktif. Untuk memberikan kenyamanan, akhirnya Flexi memindahkan seluruh pelanggannya ke provider GSM, Telkomsel.

StarOne
starone

StarOne sendiri juga merupakan saudara dari salah satu provider GSM Indonesia, yakni Indosat. Berbasis CDMA, StarOne awalnya memiliki 300 ribu pelanggan di Indonesia. Namun, karena terus kurang diminati, hingga akhirnya StarOne memutuskan untuk menutup dan menghapus provider berbasis CDMA ini dari deretan produk Indosat.

Ratusan ribu pelanggan tersebut juga dipindahkan ke operator GSM-nya, Indosat.

Esia
esia

Nasib paling pahit harus ditelan perusahaan milik Bakrie Group ini. Esia harus menanggung kerugian pada kuartal III tahun 2013, sebesar Rp 1,5 triliun. Tidak berhenti disana, sejumlah penyedia menara mencabut BTS-nya, yang berakibat jatuhnya jangkauan Esia yang mengurangi pelanggan.

Padahal, saat akan runtuh, Esia mencoba mengikuti jejak Smartfren dengan menjual program bundling. Namun tetap saja tidak bisa menangkat kembali kejatuhannya tersebut.

Hepi

logo hepiHepi sendiri merupakan layanan milik Smartfren berbasis CDMA. Namun tak lagi terdengar kabarnya, mungkin karena kakaknya lebih tenar dibanding Hepi.

Hepi muncul tidak begitu lama, dan akhirnya memilih menutup seluruh layanannya.

Smartfrensmarfren

Mari kita bahas operator yang terkenal dengan jaringan 4G-nya saat ini. Smartfren sebenarnya pada tahun-tahun operator CDMA mengakhiri hidupnya juga mengalami kerugian hingga Rp 1,54 Triliun. Jumlah ini sendiri naik dibanding tahun sebelumnya, dimana mencapai Rp 1,01 Triliun.

Namun, Smartfren masih bertahan hingga sekarang karena inovasi yang mereka lahirkan. Inovasi itu datang dari program bundling yang ditawarkan Smartfren. Berbagai smartphone, tablet, modem dan mifi (modem wireless) dihadirkan oleh Smartfren guna mendongkrak penjualannya.

Bahkan, merek Smartphone dari Smartfren menjadi nomor dua terpopuler di Indonesia pada tahun 2014.

Hal lain yang mempengaruhi tidak tutupnya Smartfren, karena operator ini memilih bermigrasi ke jaringan Long Term Evolution (LTE) pada pita frekuensi 2,3 GHz.

Kita ketahui bersama, dengan program bundling, Smartfren mencoba menawarkan berbagai paket menarik hingga saat ini. Sepertinya Smartfren berpikir, jika program bundling yang dilakukannya dapat mendongkrak penjualannya, dan itu pun terbukti.

Untuk diketahui, pertengahan tahun 2016 Smartfren sudah dengan penuh menutup frekuensi jaringannya di CDMA, dan mengimigrasikan para pelanggannya menggunakan basis jaringan 4G LTE.