Ecozone

BP BUMN bakal pangkas 67 anak usaha Telkom jadi 19 entitas

65
×

BP BUMN bakal pangkas 67 anak usaha Telkom jadi 19 entitas

Sebarkan artikel ini
0d65f95939b5053ac2a3ac8b7f156631.jpg
0d65f95939b5053ac2a3ac8b7f156631.jpg

Jakarta – Telkom Group menargetkan penyusutan jumlah anak usahanya secara besar-besaran, dari 67 entitas menjadi hanya 19 entitas pada akhir 2026. Langkah perampingan atau streamlining ini dilakukan oleh Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara guna memperkuat posisi Telkom sebagai strategic holding digital nasional.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa transformasi ini krusial untuk memperkuat fokus bisnis perusahaan. Menurutnya, langkah ini akan memastikan Telkom Group bergerak lebih lincah dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional yang terus berkembang.

“Transformasi ini penting untuk memperkuat fokus bisnis dan memastikan Telkom Group bergerak lebih agile dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional,” ujar Dony dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026).

Rencana strategis ini dibahas dalam pertemuan antara Dony Oskaria dengan Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia, Seno Soemadji, di Wisma Danantara, Jakarta. Keduanya mematangkan langkah-langkah transisi dan transformasi bisnis yang tengah berjalan di tubuh Telkom Group.

Dalam pertemuan tersebut, Telkom memaparkan sejumlah aksi korporasi yang sedang dilakukan, mulai dari merger, divestasi, likuidasi, hingga konsolidasi bisnis. Perusahaan juga berencana membentuk enterprise holding baru untuk menajamkan fokus pada bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi di tengah persaingan industri yang ketat.

Dony menegaskan bahwa perampingan ini merupakan bagian integral dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Sejumlah program prioritas pun kini tengah dipercepat, termasuk konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, serta InfraCo.

Selain itu, Telkom Group juga melakukan penataan ulang terhadap lisensi bisnisnya. Hal ini bertujuan agar perusahaan menjadi lebih adaptif dan mampu bersaing di level global sebagai strategic holding digital yang tangguh.

Melalui transformasi ini, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan tata kelola dan optimalisasi aset. Konsolidasi ekosistem digital nasional diharapkan dapat membuat BUMN semakin sehat dan mampu menjadi motor penggerak utama ekonomi digital Indonesia di masa depan.