New York – Bursa saham Amerika Serikat menunjukkan pergerakan yang variatif pada perdagangan Jumat (12/6/2026). Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average ditutup menguat tipis, didorong oleh optimisme pasar terkait potensi kesepakatan damai di Timur Tengah.
Pada pukul 09.32 waktu setempat, indeks Dow Jones mencatatkan kenaikan sebesar 303,74 poin atau 0,60 persen ke level 51.152,85. Di saat yang sama, S&P 500 menguat 0,18 persen menjadi 7.407,60. Berbeda dengan dua indeks utama tersebut, Nasdaq justru terkoreksi tipis sebesar 0,10 persen ke posisi 25.784,28.
Sentimen positif di pasar muncul setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan mengenai peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat membuka kembali Selat Hormuz dan rencananya akan diteken pada akhir pekan ini. Meski Iran menyatakan bahwa keputusan final belum diambil, pernyataan tersebut telah memberikan dorongan optimisme bagi pasar global.
Selain dinamika geopolitik, perhatian investor kini tertuju pada debut saham SpaceX di bursa Nasdaq. Pencatatan perdana ini diprediksi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Wall Street. Perusahaan milik Elon Musk tersebut diperkirakan memiliki valuasi mencapai US$ 1,75 triliun dan berpotensi masuk ke dalam jajaran tujuh perusahaan publik terbesar di Amerika Serikat.
Tingginya antusiasme investor tercermin dari kelebihan permintaan saham yang mencapai hampir empat kali lipat. Sementara itu, hanya sekitar 3 persen hingga 4 persen saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar.
Chief Executive Officer ERShares, Joel Shulman, menilai kehadiran SpaceX akan menyerap modal investasi yang cukup besar. Menurutnya, perusahaan dengan valuasi sebesar US$ 1,77 triliun tidak akan masuk ke pasar tanpa memberikan dampak signifikan terhadap likuiditas aset lainnya.
Dampak dari penantian IPO tersebut mulai terasa pada sejumlah aset berisiko. Saham sektor antariksa yang sebelumnya mencatatkan reli tajam kini mengalami koreksi. Rocket Lab turun 5,4 persen, Intuitive Machines melemah 8,3 persen, dan Planet Labs terkoreksi 6,6 persen. Tekanan serupa juga menekan sektor teknologi, di mana indeks semikonduktor Philadelphia turun 0,3 persen. Saham Broadcom, Micron, dan Marvell Technology masing-masing melemah antara 1 persen hingga 2,5 persen.
Sejumlah analis menduga pelemahan pasar dalam beberapa hari terakhir, termasuk penurunan bitcoin sebesar 16 persen pada pekan lalu, dipicu oleh langkah investor yang mengurangi posisi untuk mengalokasikan dana ke IPO SpaceX.
Di tengah kondisi tersebut, mayoritas sektor di S&P 500 masih mencatatkan kinerja positif dengan sektor material memimpin kenaikan. Secara makro, harga minyak mentah kembali turun ke bawah US$ 90 per barel seiring harapan perdamaian di Timur Tengah. Penurunan harga energi ini menggeser ekspektasi kebijakan moneter, di mana pelaku pasar kini memperkirakan kenaikan suku bunga Federal Reserve baru akan terjadi pada Desember mendatang.
Sementara itu, saham Adobe menjadi salah satu pemberat indeks setelah turun 8,6 persen menyusul pengunduran diri Chief Financial Officer (CFO) Dan Durn. Investor kini terus memantau perkembangan konflik serta keberlanjutan reli saham-saham berbasis kecerdasan buatan.







