Fenesia – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencuri perhatian dunia lewat performa impresifnya di ajang Moto3 2026. Meski mengendarai motor Honda yang secara teknis kurang kompetitif dibanding dominasi KTM, Veda sukses menempati peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 37 poin dari empat seri awal musim.
Pencapaian ini menempatkan Veda sebagai kandidat terkuat Rookie of the Year musim ini. Ia bahkan jauh mengungguli rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani, yang hingga kini belum mencatatkan satu pun poin. Penampilan konsisten Veda di Thailand, Brasil, Austin, hingga Jerez membuat banyak pengamat takjub.
Legenda MotoGP, Hiroshi Aoyama, secara khusus melayangkan pujian bagi pembalap debutan asal Indonesia tersebut. Aoyama menyebut Veda sebagai anomali karena memiliki kualitas yang jarang ditemukan pada pembalap seusianya.
Menurut Aoyama, terdapat empat keunggulan utama yang membuat Veda tampil menonjol. Pertama, kematangan dalam manajemen balapan, mulai dari menjaga kondisi ban hingga menentukan waktu yang tepat untuk melakukan manuver menyalip. Kedua, konsistensi kecepatan dari putaran awal hingga akhir. Ketiga, kemampuan teknik balap atau race craft yang cerdas. Keempat, mentalitas juara yang kuat.
Salah satu bukti ketangguhan mental Veda terlihat saat ia mampu bangkit pasca mengalami kecelakaan di seri Austin, kemudian langsung finis di posisi keenam pada balapan berikutnya di Jerez. Aoyama menegaskan bahwa Veda memiliki kombinasi kecerdasan dan kecepatan yang luar biasa dalam membaca situasi balapan.
Tantangan besar bagi Veda musim ini adalah dominasi tim-tim pengguna motor KTM. Saat ini, tim CF Moto Aspar yang menggunakan mesin KTM memimpin klasemen konstruktor dengan 135 poin, sementara Honda Team Asia tertahan di posisi keenam. Seluruh poin yang dikumpulkan tim tersebut pun hampir seluruhnya berasal dari kontribusi Veda.
Kiprah Veda kini memberikan harapan baru bagi dunia balap nasional. Proyeksi karier yang matang telah disusun, dengan target menembus ajang Moto2 pada periode 2028 hingga 2029. Jika perkembangannya tetap stabil, Veda diprediksi mampu menembus level tertinggi MotoGP pada tahun 2030 mendatang.
Pengakuan dari sosok sekaliber Hiroshi Aoyama menegaskan bahwa Veda bukan sekadar pembalap pelengkap di kancah internasional. Ia kini dipandang sebagai talenta menjanjikan yang berpotensi mengharumkan Indonesia di panggung balap motor dunia dalam jangka panjang.







