Life

UPI Beri Bantuan: Bebaskan UKT dan Beasiswa bagi Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera

161
×

UPI Beri Bantuan: Bebaskan UKT dan Beasiswa bagi Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera

Sebarkan artikel ini
bf8c3e762e85a548e30555a165d2d49a.jpg
bf8c3e762e85a548e30555a165d2d49a.jpg

Bandung – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menegaskan komitmennya terhadap kelangsungan pendidikan mahasiswanya yang terdampak bencana, secara khusus memastikan Olivia Yuliana dapat melanjutkan studinya setelah kehilangan orang tua dan dua kakaknya dalam banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. UPI memberikan tiga jenis bantuan komprehensif kepada Olivia, mencakup pembebasan uang kuliah tunggal (UKT) penuh hingga lulus, fasilitas tempat tinggal di asrama khusus putri, dan beasiswa biaya hidup bulanan hingga semester delapan.

Bantuan ini diserahkan langsung kepada Olivia Yuliana, mahasiswi program studi pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi angkatan 2024, di ruang rapat Gedung Rektorat UPI pada Rabu, 10 Desember 2025. Orang tua dan dua kakak Olivia meninggal dunia saat musibah banjir melanda daerah Palembayan, Salareh Aia Timur, Jorong Kampung Tangah, pada akhir November 2025.

Rektor UPI, Didi Sukyadi, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan wujud empati institusi terhadap beban berat yang dialami Olivia. “Kami memiliki komitmen untuk memastikan keberlanjutan studinya tanpa hambatan,” ujar Didi dalam keterangan tertulisnya.

Selain pembebasan UKT, Olivia diberikan pilihan untuk tinggal di asrama khusus putri UPI jika membutuhkan. Dukungan finansial berupa biaya hidup per bulan hingga semester delapan juga menjadi bagian dari upaya kampus untuk mendukung pemulihan dan pendidikan Olivia.

Erix, kerabat yang mendampingi Olivia di Bandung, menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, pihak kampus tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga berperan dalam pemulihan mental Olivia. “Satu minggu setelah musibah, Olivia sudah kembali kuliah. Harapan kami ia bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik,” kata Erix.

Olivia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dan satu-satunya di keluarga yang menempuh pendidikan tinggi. “Keberlanjutan studinya sangat penting bagi keluarga,” tambah Erix.

UPI juga masih terus mendata mahasiswa lain yang terdampak bencana Sumatera untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan tingkat kebutuhan masing-masing. Rektor UPI menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung mahasiswanya dalam kondisi krisis.

Bersamaan dengan bantuan individu, UPI juga aktif dalam penggalangan dana untuk korban bencana banjir dan longsor di Sumatera. Hingga 7 Desember 2025, dana terkumpul mencapai Rp 124.349.418. Pihak kampus menargetkan donasi bisa mencapai Rp 200 juta, dengan batas akhir penggalangan pada 14 Desember 2025.

Nantinya, bantuan dari donasi tersebut akan disalurkan dalam bentuk pendanaan, logistik, serta dukungan teknis kemanusiaan. Untuk mempercepat jangkauan ke wilayah terdampak, UPI membuka posko lapangan melalui jejaring perguruan tinggi mitra di empat provinsi, yaitu Universitas Andalas, Universitas Sumatera Utara, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Negeri Medan.

89cdc83b2ef262c6a983d187cdd9fc78.jpg
Life

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) terus mengalami perlambatan tahun ini. Usai meningkatnya bunga acuan (BI Rate) ke level 5,5%, perlambatan KKB dikhawatirkan akan terus berlanjut. Data Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran KKB pada beberapa bulan terakhir ini masih mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan periode sama di tahun lalu. Misalnya pada April 2026, BI mencatat penyaluran KKB terkontraksi 9%…