Ecozone

Ekonomi Kreatif Dorong Jakarta Bertransformasi Menjadi Kota Global

8
×

Ekonomi Kreatif Dorong Jakarta Bertransformasi Menjadi Kota Global

Sebarkan artikel ini
86c99d196f7f25a83de8a2b7af5b885b.jpg
86c99d196f7f25a83de8a2b7af5b885b.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 mencatatkan lonjakan transaksi ekonomi yang signifikan hingga mencapai Rp 55 miliar, naik drastis dari capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 21 miliar.

Pencapaian fantastis selama perhelatan dua hari di Istora Senayan tersebut menjadi indikator kuat perubahan paradigma ekonomi ibu kota yang kini mulai bertumpu pada sektor kreatif.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut JKF sebagai sebuah gerakan kolektif untuk memperkuat ekonomi Jakarta melalui pengembangan ekonomi kreatif.

“Jakarta Kreatif Festival bukan sekadar festival, tetapi sebuah gerakan bersama untuk menggerakkan sektor riil di wilayah DKI Jakarta,” kata dia dikutip dari Katadata.co.id pada Senin (6/7/2026).

Ia menambahkan bahwa besarnya angka transaksi tersebut membuktikan bahwa ekonomi kreatif telah bertransformasi menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru bagi kota ini.

Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menilai sinergi antara pemberdayaan UMKM dan adopsi teknologi finansial menjadi kunci keberhasilan acara ini.

“JKF dapat mendorong UMKM naik kelas, memperluas pemanfaatan pembayaran digital, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar dia.

Digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS menjadi pemandangan dominan di area festival, menggantikan peran uang tunai dalam setiap transaksi di ratusan stan yang tersedia.

Ando, salah satu pengunjung festival, mengakui bahwa kemudahan akses pembayaran digital sangat membantu kenyamanan transaksi di berbagai bazar Jakarta.

“Sekarang saya hampir tidak pernah membawa uang tunai. Mau ke festival atau beli makanan kaki lima, semuanya sudah bisa pakai QRIS,” ungkapnya.

Festival yang mengusung tema A Creative Movement for A Sustainable Global City ini melibatkan setidaknya 67 lembaga dan instansi dalam kolaborasi lintas sektor.

Terdapat 377 stan yang memamerkan produk unggulan, mulai dari sektor kuliner, fesyen, kriya, hingga inovasi pertanian perkotaan yang berhasil memecahkan rekor MURI.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memandang momentum ini sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan identitas baru Jakarta sebagai kota global yang inklusif.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk menjaga daya saing ekonomi daerah.

“Momentum JKF menjadi semakin strategis menyongsong lima Abad Kota Jakarta dan transformasi menuju kota global,” kata dia.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut menekankan bahwa kekuatan ekonomi masa depan Jakarta tidak lagi bergantung pada status administratif atau sektor properti semata.

“Jakarta pada usia 499 tahun terus tumbuh melalui ide, inovasi, dan sinergi seluruh elemen masyarakat,” tutur dia.

Ia pun menaruh harapan besar agar semangat kolaborasi yang tercipta di Istora Senayan dapat menjadi napas panjang bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di masa depan.

“Kami berharap semangat kolaborasi dan kreativitas ini terus menjadi kekuatan Jakarta dalam mewujudkan kota global yang inklusif dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Dengan total 15 ribu pengunjung, JKF 2026 bukan sekadar pameran produk, melainkan sebuah ruang inkubasi bagi ekosistem ekonomi kreatif yang akan menentukan arah masa depan Jakarta.