Jakarta – Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus bertambah. Hingga kini, total 990 orang dilaporkan meninggal dunia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan penemuan 21 jenazah baru pada Kamis (11/12).
“Jumlah total korban meninggal menjadi 990 jiwa,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers daring.
Selain itu, 222 orang masih dinyatakan hilang.
BNPB mencatat ada pengurangan jumlah orang hilang setelah dilakukan rekapitulasi data dengan pemerintah daerah.
“Ada pengurangan 30 nama setelah kami melakukan rekapitulasi kembali bersama pemerintah kabupaten/kota,” jelas Muhari.
Aceh menjadi wilayah dengan penambahan korban meninggal tertinggi, yaitu 16 jiwa, khususnya di Kabupaten Aceh Utara.
Sumatra Utara menyusul dengan penambahan tiga korban jiwa di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga.
Sementara itu, dua jenazah ditemukan di Sumatra Barat dan masih dalam proses identifikasi.
Secara rinci, Aceh mencatat 407 korban meninggal, dengan angka tertinggi di Aceh Utara (158 jiwa). Sebanyak 31 orang hilang dan 4.300 lainnya luka-luka.
Di Sumatra Utara, korban meninggal mencapai 343 jiwa, meliputi Tapanuli Tengah (111 jiwa), Tapanuli Selatan (86 jiwa), dan Kota Sibolga (54 jiwa). Sebanyak 98 orang masih hilang dan 698 lainnya terluka.
Sumatra Barat mencatat 240 korban meninggal dunia, 96 orang hilang, dan 113 luka-luka.
Jumlah pengungsi juga mengalami penurunan, dari 894.501 jiwa menjadi 884.889 jiwa.







