Berita

UMKM Tingkatkan Penjualan dengan Manfaatkan Biaya Promosi E-Commerce

126
×

UMKM Tingkatkan Penjualan dengan Manfaatkan Biaya Promosi E-Commerce

Sebarkan artikel ini
riset-ungkap-biaya-promosi-e-commerce-jadi-kunci-penjualan-umkm
riset ungkap biaya promosi e commerce jadi kunci penjualan umkm

Jakarta – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini semakin cerdas dalam memanfaatkan platform e-commerce untuk mendongkrak penjualan. Biaya promosi di platform digital tersebut kini dipandang sebagai investasi yang menjanjikan.

Para pelaku UMKM tidak lagi menganggap biaya platform sebagai beban operasional semata. Mereka melihatnya sebagai bagian integral dari perencanaan bisnis yang berdampak langsung pada peningkatan visibilitas produk dan menarik lebih banyak pembeli.

Sebagian besar penjual UMKM kini mengalokasikan dana khusus untuk promosi, pemberian diskon, dan pemanfaatan beragam fitur berbayar yang ditawarkan platform e-commerce. Tujuannya jelas, untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing.

Temuan ini diperkuat oleh riset Katadata Insight Center (KIC) yang dilakukan pada 19 September-9 Oktober 2025. Survei melibatkan 602 pedagang UMKM dan dilengkapi dengan wawancara mendalam.

Direktur Eksekutif KIC, Fakhridho Susilo, menjelaskan bahwa para penjual kini mulai memandang komponen biaya seperti komisi, payment fee, dan subsidi ongkos kirim sebagai investasi yang berpotensi meningkatkan penjualan dan pertumbuhan bisnis.

“Sejumlah penjual mulai memandang biaya administrasi dan komponen biaya lainnya sebagai bagian dari investasi yang berpotensi meningkatkan penjualan dan pertumbuhan bisnis UMKM,” ujarnya pada Selasa (25/11/2025).

KIC mencatat bahwa admin fee atau komisi menjadi komponen biaya yang paling banyak dipahami oleh para penjual. Kemudian diikuti oleh payment fee, subsidi ongkos kirim, diskon, biaya operasional, dan biaya iklan.

Para penjual juga memberikan skor tinggi terhadap efektivitas biaya platform dalam mendukung strategi bisnis mereka. Penilaiannya mencakup investasi (8,45), kontribusi terhadap performa penjualan (8,56), serta hasil yang dirasakan (8,31).

Fakhridho mengungkapkan bahwa 91,2 persen responden menilai manfaat biaya promosi dan fitur berbayar sebanding dengan hasil yang mereka peroleh.

Diah Ayu Normalitasari, pemilik Toko Diah Shop/Pawon Lita, merasakan manfaat serupa. Ia menganggap biaya tambahan di e-commerce sebagai bagian dari operasional bisnisnya.

“Customer juga paham ada biaya platform dan tetap membeli, jadi masih bisa kami sesuaikan,” ujarnya.

Dari sisi alokasi biaya, para penjual paling banyak mengutamakan diskon dan promo. Kemudian diikuti oleh biaya operasional tambahan, komisi, iklan, kampanye, subsidi ongkir, dan payment fee.

KIC menilai bahwa strategi harga dan promosi masih menjadi pendekatan utama untuk menarik pembeli dan meningkatkan volume penjualan. Alokasi promosi terbesar ditemukan pada penjual yang berfokus berjualan di TikTok Shop, Tokopedia, dan Shopee.

Selain efektivitas promosi, faktor lain yang menentukan pilihan platform adalah kecocokan dengan target pasar dan kemudahan interaksi.

Shopee dipilih sebagai kanal penjualan utama oleh 57,8 persen responden. Sementara TikTok Shop dinilai unggul karena konten interaktifnya.

Riset KIC juga menunjukkan bahwa pemahaman penjual terhadap mekanisme biaya platform berada pada skor tinggi, yakni 8,38.

Setelah aktif berjualan di e-commerce, 97,2 persen penjual melaporkan peningkatan jumlah pembeli. Sebanyak 93,3 persen menyebut produk terjual lebih banyak, dan 91,7 persen mengalami kenaikan omzet.

Meskipun sebagian besar telah mampu mengelola biaya kampanye, sekitar 31,7 persen penjual masih menghadapi kesulitan dalam mengatur struktur biaya dan program promosi berbayar.

4fb76b8b4aa755bc7bbd323df2792608.jpg
Berita

Fenesia-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan rebound atau kembali menguat hingga menyentuh level 8.000 seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional dan kinerja perusahaan. Hal itu disampaikan Purbaya menanggapi pergerakan IHSG yang kembali naik setelah sempat berada di kisaran 5.900, Purbaya menilai pergerakan pasar saham pada akhirnya akan ditopang oleh fundamental perusahaan…